Jembatan Tua Jalan Agus Salim Dibongkar

Jembatan tua dibongkar untuk diperbaiki di Jalan Agus Salim, Kota Bekasi. Selasa (26/5). FOTO: Giri Sasongko/GoBekasi
Jembatan tua dibongkar untuk diperbaiki di Jalan Agus Salim, Kota Bekasi. Selasa (26/5). FOTO: Giri Sasongko/GoBekasi

JEMBATAN Kali Lengkak di Jalan KH. Agus Salim Bekasi Timur, dibongkar.Jembatan yang sudah ada sejak tahun 1972 tersebut akan diperbaiki selama 180 hari kerja oleh Pemerintah Kota Bekasi menggunakan pihak ketiga PT Boni Bunga Karang Raya.

Salah satu pekerja Agus Susanto mengatakan, perbaikan jembatan baru masuk proses pemasangan pondasi awal. Direncanakan pengerjaan akan memakan waktu sekitar 180 hari kerja.
Menurut Agus, untuk proses perbaikan jembatan yang menghungungkan Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi tersebut dianggarkan dari APBD Kota Bekasi tahun 2015 ini.

“Karena jembatannya masuk di wilayah Kota Bekasi, jadi menggunakan anggaran dari dana APBD Kota Bekasi tahun ini,” paparnya.

Dengan proses pengerjaan yang dikebut mulai pagi hingga malam hari, Agus memprediksi jembatan tersebut akan selesai tepat pada waktunya.

“Proses pengerjaannya mulai dari pagi dan siang hari, sedangkan malam hari dilakukan jika cuacanya mendukung dan dibantu menggunakan dua unit ekskavator,” pungkasnya. (Cr23)

sumber: www.gobekasi.co.id

Advertisements

Semarak Pekan Raya Bekasi 2011 Di VMG2

gb

VMG2, Tambun Utara – Saat lampu-lampu mulai dinyalakan, hiruk pikuk pengunjung sudah mulai semarak. Para pengunjung lihir mudik, hinggap dari satu stan ke stan lainnya. Sekedar melihat-lihat atau sibuk tawar menawar.

Anak-anak berteriak kegirangan setiap kali menemukan barang baru yang dirasa aneh dimatanya, menarik narik tangan ibunya untuk memberitahu betapa jeli matanya bisa menemukan barang yang menarik. Ada juga yang menangis tak mau beranjak sebelum mendapatkan barang yang diinginkan. Ibu-ibu sibuk menawar barang, menenteng belanjaan. Muda-mudi, bergandengan tangan menikmati menyusuri jalan yang penuh sesak, Minggu malam, (16/07/2011).

Itulah suasana senja hari di Pekan Raya Bekasi yang bertempat di Lapangan terbuka Vila Mutiara Gading 2 Karang Satria Tambun Utara Kabupaten Bekasi, yang akan digelar dari tanggal 15-24 Juli 2009.

Acara ini mengikutsertakan 23 kecamatan, 350 Usaha Kecil Menengah (UKM), puluhan perusahaan dan Instansi pemerintah. Setiap kecamatan membuka stan yang dihias semenarik mungkin dengan menampilkan potensi yang dihasilkan didaerahnya masing-masing. Mulai dari kekayaan sumber daya alam, makanan sampai dengan benda-benda kerajinan. Beragam produk juga digelar oleh para UKM. Para pengunjung seakan disuguhi miniatur Bekasi dalam satu tempat dan waktu.

Seperti misalnya di stan Kecamatan Muara Gembong, produk yang ditampilkan adalah beragam hasil laut. Stan Kecamatan Cibitung, menggelar beragam kerajian tangan seperti terompet, sapu ijuk, dan cinderamata dari kayu. Di stan Serang baru, berbagai hiasan dari kayu juga tertata rapi. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati tapi juga membeli barang dengan harga yang cukup miring.

Ada juga stan instansi pemerintah yang mengelar stan, adalah Badan Kependudukan dan Catatan Sipil yang memberikan pelayanan pembuatan akte kelahiran dan akte keluarga. Bagi warga yang tidak mampu, maka layanan ini bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Stan Dinas Tenaga Kerja juga melayani pembuatan kartu tanda pencari kerja (kartu kuning), yang bisa langsung jadi saat itu juga. Beberapa perusahaan juga membuka stan untuk menawarkan produknya, seperti Telkom, PLN, Bank Jabar, Bakrie Telkom dan PT. BBWM.

Bagaimana jika haus atau lapar, tidak usah khawatir. Di sini banyak stan yang menyediakan aneka makanan dan minunuman, hanya sayangnya “bekasiterkini.com” tidak menemukan makanan khas Bekasi seperti Sayur Gabus Pucung dan Nasi uduk.

Semakin malam suasana semakin semarak, panggung berukuran besar berdiri di tengah lapangan untuk menampilkan pertunjukan. Ketika musik mulai dihentak, ratusan pengunjung ikut bergoyang mengikuti irama. Selama acara ini digelar, setiap malam pengunjung akan disuguhi dengan berbagai pertunjukan kesenian. Dari mulai Topeng, dangdut dan penampilan grup band.

Acara ini dibuka oleh Bupati Bekasi, Sa’duddin, Jumat siang (15/07/2011). Saat membuka acara, Sa’duddin mengatakan, bahwa keberadaan UKM Bekasi seharusnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama terkait dengan peningkatan ekonomi kerakyatan dan mengurangi pengangguran.

Sayangnya, kata Sa’duddin, keberadaan UKM sampai saat ini belum terdata dengan baik sehingga upaya pembinaan yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Sa’duddin berharap, setiap kecamatan mulai menyusun database UKM dan potensi yang ada di daerahnya.

“Tahun 2011 diharapkan sudah bisa masuk pada pemberdayaan masyarakat secara langsung” ujar Sa’duddin.

Sadudin menambahkan kegiatan Pekan Raya Bekasi tahun ini menekankan pada produk-produk unggulan Kabupaten Bekasi yang mana salah satunya adalah kerajinan batik yang dimiliki oleh Kabupaten Bekasi. Nantinya, kata dia, corak batik-batik yang ada akan dilombakan untuk dijadikan ikon batik Kabupaten Bekasi

Sa’duddin mengatakan, UMKM akan difasilitasi untuk menjadi produk unggulan yang dapat mengangkat Kabupaten Bekasi itu dengan bantuan permodalan yang dianggarkan oleh pemerintah daerah.

“Pemda akan memberikan bantuan permodalan UMKM. Hal ini untuk penguatan ekonomi kerakyatan,” kata Sa’duddin.

Setelah membuka acara, Sa’duddin didampingi oleh istri dan petinggi Pemkab Bekasi melakukan kunjungan keliling di stan-stan kecamatan yang ada. Setiap kali mengunjungi stan, Sa’duddin menyempatkan diri berbincang-bicang dengan penjaga stan utuk mengetahui produk barang yang ditawarkan. Dalam kesempatan itu, para pengerajin menyempatkan diri untuk berpose dengan Bupati dan memberikan cinderamata. (Ardi Mahardika)

Sumber:  bekasiterkini.com

50 Warga Bekasi Terserang Chikungunya

CIKARANG–MICOM: Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat sekitar 50 warga di wilayah itu terserang penyakit chikungunya.

“Penderita chikungunya terdapat di Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Ari Muharman di Cikarang, Rabu (6/7).

Menurutnya, 50 warga yang terkena Chikungunya ditemukan oleh tim dokter dibantu petugas Puskesmas Desa Mangun Jaya yang datang memeriksa warga di rumah masing-masing. Mereka yang terserang chikungunya terdiri atas orang dewasa dan anak-anak.

“Rata-rata baru gejala. Hanya empat orang yang sudah pada taraf sedang dan kami langsung bawa mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi,” kata Ari.

Ia juga mengatakan, penyebab chikungunya di desa tersebut adalah banyaknya tanaman perdu pada semak-semak yang tumbuh tinggi di sekitar rumah warga. Semak-semak itu dijadikan sarang nyamuk penyebar virus chikungunya. “Petugas kami sudah memerintahkan warga untuk segera membersihkan tanaman semak-semak di sekitar perkampungan,” kata Ari. (Ant/OL-01)

Sumber : www.mediaindonesia.com

Pendukung Wali Kota Bekasi Datangi KPK

JAKARTA–MICOM: Ratusan pendukung Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad, Senin (20/12) mendatangi  kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut KPK membebaskan Mochtar.

“Bebaskan Mochtar Muhammad sekarang juga,” teriak salah seorang orator di depan kantor KPK.  Sementara itu koordinator lapangan, Edi Sutjipto mengatakan ada yang aneh dalam kasus ini. Menurutnya koruptor yang sebenarnya dengan nilai kerugian negara yang fantastis, justru dibiarkan melenggang bebas. “Pertama kali diperiksa langsung ditangkap itu belum pernah terjadi di republik ini,” jelasnya.

Di tengah-tengah aksi sempat terjadi kerusuhan, yaitu beberapa pendemo memaksa masuk ke dalam taman depan kantor KPK sambil melempar tanah dan air ke arah petugas keamanan yang sedang berjaga. (*/OL-04)

Sumber: www.mediaindonesia.com

KPK Geledah Rumah Dinas Wali Kota Bekasi

BEKASI–MICOM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/12) melakukan penggeledahan di rumah Dinas Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad di Komplek Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani nomor 1, Bekasi Selatan.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Dedi Juanda, membenarkan adanya aktifitas tersebut. “Benar, saat ini KPK sedang menggeledah rumah dinas wali kota,” katanya.

Petugas KPK tiba di Komplek Pemkot Bekasi menggunakan sejumlah kendaraan sekitar pukul 11.30 Wib. Sejumlah wartawan tidak diperkenankan memasuki gedung wali kota bekasi. “Maaf saat ini sedang ada pertemuan di ruang Wakil Wali Kota, Rahmat Efendi di lantai dua,” ujar salah satu petugas Satpol PP. (Ant/OL-04)

Sumber: www.mediaindonesia.com

Pada 2013 Kota Bekasi tidak Terkendala Jalan Rusak

BEKASI–MICOM: Hingga kini, kondisi fisik jalan di penjuru wilayah Kota Bekasi masih memprihatinkan. Minimnya anggaran menjadi persoalan yang dikeluhkan pemerintah daerah setempat.

Dampak dari hal tersebut, banyak jalan tidak bisa diperbaiki. Sejumlah jalan baik tingkat kota maupun lingkungan terus diusik oleh kerusakan dengan level bervariatif mulai dari rusak sedang hingga berat.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Binamarga pada Dinas Binamarga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Lindon Tampubolon, Senin (6/12) kemarin. “Kerusakan dan perbaikan tidak bisa diprediksi. Kenyataan ini menjadi penyebab utama perbaikan menyeluruh lamban direalisasikan,” kata dia.

Di sisi lain, lanjutnya, anggaran merupakan tolak ukur penyelesaian masalah bisa dilakukan. Disbimarta pada tahun ini hanya mendapat dana Rp170 miliar atau jauh dari harapan pemulihan seluruh kerusakan. Anggaran Rp170 miliar, ucap Lindon, hanya bisa digunakan untuk perbaikan 120 km. Dana sebesar itu bukan hanya untuk perbaikan semata, perawatan dan pemeliharaan jalan masuk dalam agenda kerja.

Lindon mengaku panjang jalan di Kota Bekasi sekitar 1.000 km. Perinciannya, 225 km jalan kota dan 775 jalan lingkungan. “Dana perbaikan lebih banyak terserap untuk jalan kota atau jalur utama aktivitas industri dan kegiatan pemerintah.”

Sejauh ini, tambah dia, kerusakan jalan kota tinggal 15%, sedangkan jalan lingkungan menyisakan 30%. Artinya, pada 2013 seluruh jalan telah rapi dari lubang penghambat laju kendaraan.

Skala prioritas perbaikan jalan, imbuhnya, merupakan konsep Wali Kota Mochtar Mohamad. Pencapaian program tersebut dipastikan berhasil mengingat tiap tahun pemerintah gencar memperbaiki kerusakan. “Kemungkinan pada 2013 bisa dijumpai jalan telah bebas rusak dan masyarakat tidak terganggu saat lakukan rutinitas.” (*/OL-10)

Sumber: www.mediaindonesia.com

Bekasi Perlu Jadi Kota Ramah Anak

BEKASI–MICOM: Kota Bekasi perlu menjadi kawasan yang ramah terhadap anak dengan tersedianya taman bermain memadai di ruang terbuka hijau untuk menghindari dampak akibat pembangunan kota.

Psikolog Anak dari Universitas Negeri Jakarta, Hartini Nara, Minggu (21/11), mengatakan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) sangat berpengaruhterhadap perkembangan psikologis anak-anak di daerah perkotaan.

“Anak yang memiliki potensi masa depan, sudah tidak dapat bermain secara bebas dan alami. Anak-anak dipaksa bermain di mal-mal, dan hanya bisa menikmati kebebasan di sekolah, itu pun dengan waktu serta ruang yang terbatas,” katanya.

Ia menegaskan keberadaan RTH sebagai sarana bermain untuk anak akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan psikologis mereka. Di RTH anak akan belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

“Anak-anak bermain di ruang terbuka berbeda dengan konsep permainan yang ada di mal. Di mana sarana permainan yang disediakan hampir seluruhannya jenis permainan elektrik yang membuat mereka dapat asyik bermain sendiri dan hanya mengunakan kemampuan motorik belaka, kaki, tangan dan mata,” katanya.

Bila di RTH anak dapat mengembangkan kemampuan motorik sekaligus psikomotorik, ujarnya.

Ia mengatakan didasarkan hasil penelitian terungkap anak yang minim kesempatan bermain secara ekspresif, bebas dan aktif menjadikan merekamudah agresif, emosional, cepat putus asa dan kehilangan daya kreativitas.

“Di Mal anak menikmati permainan secara pasif, suasana hijau tidak ada, hawa sejuk ditimbukan dari AC, cahaya dari sinar lampu, secara kesehatan jelas tidak baik untuk perkembangan anak,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan pusat permainan di mal tidak bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, berbeda dengan taman kota yang dapat diakses oleh masyarakat luas, katanya.

Ia mengatakan kondisi itu sangat mengkhawatirkan masa depan anak-anak Bekasi. Anak-anak tidak memiliki tempat yang dapat membuka cakrawala alami dan tempat bersosialisasi dengan masyarakat.

“Ke depan masyarakat Bekasi bisa sangat individualis, dan berkurangnya rasa sosialnya,” tegas Nara yang menambahkan bahwa kondisi kejiwaan anak yang tidak stabil dapat berefek pada masa remajanya seperti, tawuran, narkoba dan kerap bermasalah dengan keluarga.

Ia menambahkan bahwa problem penyediaan sarana taman bermain idealnya ada di setiap kelurahan dan perumahan, adapun untuk anggaran biaya pengelolaannya atau pembuatannya dapat dilakukan atas kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bekasi. (Ant/OL-3)

Sumber : www.mediaindonesia.com