Kemacetan Makin Parah, Pemkot Bekasi Buat Aturan Baru


BEKASI–MICOM: Kemacetan di wilayah Kota Bekasi kian parah. Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Kota Bekasi membuat empat aturan agar kondisi ini tidak makin parah.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Teknis Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Tri Adhiyanto, Rabu (10/11). “Kemacetan terjadi bukan pada jam sibuk saja melainkan hampir separuh waktu diluar jam kerja,” katanya.

Empat aturan yang dimaksud, lanjutnya, seperti perubahan pola trayek, sub terminal baru, perbaikan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan peningkatan disiplin pengemudi kendaraan.

Perubahan pola trayek berupa sentralisasi kendaraan menuju terminal mini (sub terminal) khusus menampung angkutan umum. Saat ini, jumlah armada angkot di Bekasi mencapai 3.300 yang terbagi dalam 35 trayek dan tersebar di 12 kecamatan.

Namun upaya sentralisasi demikian terbentur nihilnya sub terminal. “Kota Bekasi tidak memiliki sub terminal sehingga ribuan angkot terpaksa ngetem disembarang tempat yang terlihat disimpang jalan maupun lampu merah. Hal ini menjadi salah satu penyebab kemacetan,” kata dia.

Untuk itu Dishub berencana membangun empat sub terminal yang ditempatkan dititik rawan macet. Keempatnya berada didepan Pasar Bantar Gebang (Kecamatan Bantar Gebang), seputar Perumahan Harapan Indah (Kecamatan Medan Satria), Simpang Jalan Tol Lingkar Luar Kota (Kecamatan Jati Asih) serta depan pusat perbelanjaan Giant (Kecamatan Bekasi Utara).

Tri menambahkan jika sarana/prasarana telah terealisasi, pihaknya tidak segan menindak pengemudi kendaraan umum yang masih langgar aturan dengan berhenti disembarang tempat.

Soal perubahan RTRW diterapkan dengan cara melarang pendirian pabrik pada 2011. Penerapannya dilakukan diwilayah Bekasi Utara atau sepanjang Jalan Raya Pejuang. Di wilayah ini mobilitas angkutan umum sering bersinggungan dengan truk pengangkut barang milik perusahaan.

“Selain bersinggungan, beban kendaraan berat menyebabkan jalan rusak sehingga kemacetan yang tadinya terjadi kian parah. Titik di wilayah ini menjadi perhatian serius untuk dibenahi,” ujarnya. (GG/OL-04)

Sumber:  www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: