Bekasi Perlu Jadi Kota Ramah Anak


BEKASI–MICOM: Kota Bekasi perlu menjadi kawasan yang ramah terhadap anak dengan tersedianya taman bermain memadai di ruang terbuka hijau untuk menghindari dampak akibat pembangunan kota.

Psikolog Anak dari Universitas Negeri Jakarta, Hartini Nara, Minggu (21/11), mengatakan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) sangat berpengaruhterhadap perkembangan psikologis anak-anak di daerah perkotaan.

“Anak yang memiliki potensi masa depan, sudah tidak dapat bermain secara bebas dan alami. Anak-anak dipaksa bermain di mal-mal, dan hanya bisa menikmati kebebasan di sekolah, itu pun dengan waktu serta ruang yang terbatas,” katanya.

Ia menegaskan keberadaan RTH sebagai sarana bermain untuk anak akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan psikologis mereka. Di RTH anak akan belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

“Anak-anak bermain di ruang terbuka berbeda dengan konsep permainan yang ada di mal. Di mana sarana permainan yang disediakan hampir seluruhannya jenis permainan elektrik yang membuat mereka dapat asyik bermain sendiri dan hanya mengunakan kemampuan motorik belaka, kaki, tangan dan mata,” katanya.

Bila di RTH anak dapat mengembangkan kemampuan motorik sekaligus psikomotorik, ujarnya.

Ia mengatakan didasarkan hasil penelitian terungkap anak yang minim kesempatan bermain secara ekspresif, bebas dan aktif menjadikan merekamudah agresif, emosional, cepat putus asa dan kehilangan daya kreativitas.

“Di Mal anak menikmati permainan secara pasif, suasana hijau tidak ada, hawa sejuk ditimbukan dari AC, cahaya dari sinar lampu, secara kesehatan jelas tidak baik untuk perkembangan anak,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan pusat permainan di mal tidak bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, berbeda dengan taman kota yang dapat diakses oleh masyarakat luas, katanya.

Ia mengatakan kondisi itu sangat mengkhawatirkan masa depan anak-anak Bekasi. Anak-anak tidak memiliki tempat yang dapat membuka cakrawala alami dan tempat bersosialisasi dengan masyarakat.

“Ke depan masyarakat Bekasi bisa sangat individualis, dan berkurangnya rasa sosialnya,” tegas Nara yang menambahkan bahwa kondisi kejiwaan anak yang tidak stabil dapat berefek pada masa remajanya seperti, tawuran, narkoba dan kerap bermasalah dengan keluarga.

Ia menambahkan bahwa problem penyediaan sarana taman bermain idealnya ada di setiap kelurahan dan perumahan, adapun untuk anggaran biaya pengelolaannya atau pembuatannya dapat dilakukan atas kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bekasi. (Ant/OL-3)

Sumber : www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: