Jalur Sepeda Jakarta-Bekasi Terealisasi Mei


BEKASI–MI: Mengatasi kemacetan bukan dengan cara membangun jalan baru maupun jalan tol. Meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan sepeda merupakan satu solusi terbaik.

Sepeda merupakan kendaraan roda dua bebas polusi. Namun di tengah intensitas lalu lintas wilayah urban khususnya Kota Bekasi, pengemudi moda transportasi darat semacam ini seperti tersisihkan. Kondisi demikian memaksa pemerintah setempat berupaya merealisasikan sarana angkutan massal atau mass rapid transport (MRT) semisal jalur sepeda. Tidak hanya itu jalur busway yang selama ini terdapat di Jakarta dalam waktu dekat akan disambung dan menghubungkan Kota Bekasi.

Dengan gagasan dan terobosan semacam itu diharapkan kemacetan lalu lintas bisa terurai sehingga angka kecelakaan bisa ditekan.

Kepada Media Indonesia, Rabu (17/2), Kepala Bidang (Kabid) Binamarga pada Dinas Binamarga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi Lindon Tampubolon menjelaskan Kota Bekasi siap merealisasikan jalur sepeda dan jalur busway. “Pembangunan kedua proyek tersebut dilakukan secara bersamaan,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, juga terkait UU Lalu Lintas Nomor.22 tahun 2009 tentang kewajiban pemerintah daerah membangun jalan untuk MRT.

Lindon menjelaskan, mengenai teknis perhentian bus, parkir sepeda, lebar jalan, anggaran dan sebagainya akan dirapatkan pada Rabu (24/2). Rapat pembahasan itu nantinya dihadiri Pemkot Bekasi, Pemkot Jaktim, Perum Jasa Tirta (PJT) dan Departemen Pekerjaan Umum (DPU).

Menurut dia, jalur sepeda dan jalur busway (Bekasi-Jakarta) dimulai dari depan Metropolitan Mall (MM) hingga depan Pasar Sumber Arta dengan panjang sekitar 4,2 kilometer.

Jalur busway menggunakan lahan selebar 3,5 meter sedangkan jalur sepeda sekitar 1,5 meter. Kedua jalur MRT ini berada disisi selatan Sungai Kalimalang dan merupakan area milik PJT.

“Jalur penyambung dari depan pasar Sumber Arta hingga Baypass Cawang adalah kewenangan Pemkot Jakarta Timur,” sambungnya.
Sementara untuk jalur sebaliknya (Jakarta-Bekasi) menggunakan lahan disisi kiri Jalan Kalimalang Raya yang saat ini ramai berdiri bangunan dan rumah toko (ruko).

Pun anggaran keseluruhan proyek, imbuhnya, ditaksir mencapai Rp100 miliar. Saat ini Kota Bekasi mendapat bantuan Rp16 miliar dari Pemprov Jawa Barat serta tambahan Rp3 miliar dari Pemprov DKI. “Anggaran baru terkumpul Rp19 miliar. Karena pihak Pemprov Jabar mendukung proyek ini maka sisanya (anggaran) akan diberikan lagi oleh Pemprov Jabar.”

Ditempat terpisah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dadang Hidayat menambahkan fisik proyek MRT dipastikan pada Mei-Juni 2010 terealisasi.

“Sudah dipastikan pada 2010 ini proyek pengurai kemacetan tercapai. Proyek tidak bisa ditunda lagi sebab lalu lintas sudah sangat padat,” ujarnya. (GG/OL-7)

Sumber: www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: