Polrestro Bekasi tidak Akan Perpanjang Izin Senjata Warga Sipil


Polres Metro Kota Bekasi tidak akan memperpanjang izin penggunaan senjata api oleh warga sipil yang digunakan untuk jaga diri.

Hal itu terkait dengan peristiwa dugaan penodongan oleh anggota DPRD Kota Bekasi terhadap pelayan restoran Iboe Kuliner di Cikunir awal pekan lalu.

“Bagi yang sudah habis masa berlakunya, tidak akan diperpanjang dan senjata diminta agar dititipkan di Polres, sedangkan pemilik senjata lain bisa saja didatangi agar menyerahkan senjata,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Kota Bekasi Kompol Budi Sartono, di Bekasi, Senin (1/2).

Ia mengatakan, setiap warga sipil yang memegang senjata dan dapat izin dari Mabes, tembusan suratnya juga dikirimkan ke Polres. “Untuk senjata api ada bagian khusus yang menangani yaitu pengawasan senjata dan bahan peledak,” ujarnya.

Warga sipil di Kota Bekasi yang menguasai senjata api (senpi) baik peluru karet maupun tajam mencapai 20-an orang. Senjata itu digunakan untuk pengamanan dan perburuan.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada pemegang senjata api untuk menitipkan senjatanya kepada Polri dan kepemilikannya tetap atas nama yang bersangkutan.

Ia menekankan, Mabes Polri sudah meminta agar kepemilikan senpi itu diserahkan ke aparat untuk penertiban. Kebijakan menguasai senjata itu diambil dalam rangka menekan kejahatan dengan persyaratan ketat seperti untuk swasta tingkat manajer ke atas.

Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Imam Soegianto menyatakan, untuk anggota dewan, kepemilikan senjata itu diperkenankan, begitu juga kepada masyarakat umum seperti manajer keuangan tergantung keperluannya.

Senjata yang dimiliki warga sipil tersebut bukanlah senjata organik yang biasa digunakan TNI ataupun Polril, melainkan senjata yang diimpor dari luar dan dipasarkan kepada pihak tertentu.

“Biasanya importir akan menguruskan perizinan kepada aparat sehingga memudahkan pemilik senjata untuk menguasai secara sah. Kalau senjata digunakan untuk berburu rekomendasi akan dikeluarkan oleh pengurus Persatuan Olah Raga Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin),” katanya.

Harga senjata api itu sendiri, menurut Kapolres sangat mahal. Senjata menggunakan peluru karet harganya mencapai Rp35 juta-Rp40 juta sedangkan senjata dengan peluru tajam mencapai ratusan juta rupiah.

Senjata yang diminati warga sipil adalah jenis C-Jet buatan Ceko, negara pecahan Yugoslavia karena menggunakan logam terbaik di dunia, sedangkan merek lain yang juga banyak dipakai adalah Baretta buatan AS.

Kapolres menyatakan pihaknya telah memperketat persyaratan menguasai senjata api seperti melaksanakan tes mental, psikotes, pengenalan senpi, wawancara serta latihan penggunaanya.

“Tidak semua permintaan menguasai senjata api kita penuhi. Kalau dari segi kejiwaan orangnya gampang marah tentunya tidak diperbolehkan. Prinsipnya senjata itu untuk jaga diri dan digunakan dalam kondisi terdesak,” ujarnya. (Ant/OL-7)

Sumber:  MediaIndonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: