Apa Penyebab Saraf Terjepit?


img


Sering kita mendengar orang sakit akibat sarafnya terjepit. Bagaimana saraf seseorang terjepit sehingga menimbulkan rasa nyeri? Berikut penjelasannya.

Saraf pada tubuh manusia terdiri dari 4 bagian yaitu saraf vertikal contohnya tulang leher, saraf torakal yang memiliki 12 segmen contohnya saraf dibelakang dada, saraf lumbal yang terdiri dari 5 segmen contohnya tulang punggung dan saraf cakral yang terdiri dari 4 segmen contohnya tulang ekor.

“Penyebab saraf terjepit ini bisa degeneratif (penurunan), beban kerja yang terlalu berat, sering angkat beban, mengangkat sesuatu yang melebihi kemampuan fisik dan kegemukan,” ujar Dr. Syafrizal Abubakar, SpBS .

Efek yang ditimbulkan jika seseorang mengalami saraf terjepit adalah nyeri dengan kadar yang berbeda-beda, kesemutan yang bisa menyebar atau menjalar dan bahkan bisa sampai menyebabkan kelumpuhan.

“Untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami saraf terjepit dengan melakukan tes MRI dan EEG, serta menanyakan mengenai kadar nyerinya dan apa pekerjaan pasien,” ujar dokter lulusan fakultas kedokteran UGM ini.

Syafrizal juga menambahkan jika beban terlalu berat maka diskus atau bantalan yang berbentuk elastis yang terletak diantara korpus ini akan keluar sehingga menekan akar saraf yang menyebabkan seseorang merasa nyeri.

Untuk mengobati saraf terjepit ini bisa dilakukan dengan melakukan terapi seperti fisioterapi dan mengkonsumsi obat-obatan. Namun, jika sudah parah bisa dilakukan tindakan operasi.

“Kelumpuhan yang terjadi pada orang yang mengalami saraf terjepit biasanya karena sudah menekan pusat saraf. Dan jika dilakukan operasi maka bagian tubuh yang lumpuh tersebut ada kemungkinan bisa digerakkan kembali,” ujar Dr. Syafrizal yang mengambil spesialis bedah saraf di Universitas Padjajaran.

Sedangkan untuk orang yang kegemukan bebannya berasal dari diri sendiri karena berat badannya yang berlebihan, sehingga tubuh tidak kuat untuk menanggungnya. Untuk itu, biasanya pasien diharuskan untuk menurunkan berat badannya.

Jika mengalami salah satu dari efek yang ditimbulkan, maka segeralah konsultasikan dengan dokter saraf ataupun dokter bedah saraf agar bisa dipastikan apa penyebabnya.

Sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: