Haruskah mandi hadas?


Pertanyaan Assalamu’alaikum WR. Wb

Pak Ustadz, Saya seorang ibu sekaligus karyawati, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah saya harus mandi hadas setiap kali saya mau sholat, dikarenakan tempat tidur saya sering kena ompol anak saya yang kini berusia sudah 5 tahun

2. Apakah sah sholat saya jika saya hanya mengganti baju dan langsung mengambil air wudhu, tanpa mandi hadas dulu
Saya mohon Bapak Ustadz memberikan jawaban yang sejelas-jelasnya agar sholat sah sempurna

Timakasih


Jawaban Assalamu alaikum wr.wb.
Air kencing manusia adalah bagian dari benda najis, dengan demikian tempat atau benda lain yang terkena najis ini harus disucikan dengan cara mencucinya dengan air, sehingga najis tersebut larut dengan air itu. Mencucinya bisa jadi cukup dengan sekali siraman atau sekali cucian, jika diyakini sudah menghilangkan najis. Terkecuali air kencing anak / bayi laki-laki yang masih minum ASI saja, cara mensucikannya cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena kencingnya. hal ini adalah pengecualian, bukan karena air kencing bayi laki-laki tidak najis. Meski sebagian ulama’ beranggapan bahwa air kencing bayi laki-laki tidak najis dengan dalih hadits yang memerintahkan dengan cukup memercikkan air saja.
Nah, apabila tempat atau benda seperti pakaian, terkena kencing manusia, dan tempat atau pakaian tersebut tidak sempat disucikan, sampai sehingga kencing / najis itu hilang dengan sendirinya (menguap karena terik matahari atau udara), dan tidak meninggalkan sifat2 / unsur2 najisnya yaitu rasa, bau dan warna, maka tempat  atau benda tersebut telah kembali suci.  jika masih meninggalkan salah satu dari ketiga unsur tersebut, maka tempat atau benda itu masih najis dan jika hendak disucikan maka harus dengan cara mencucinya atau menyiramnya dengan air. akan tetapi jika warna bekas kencing sangat sulit untuk hilangkan, maka ia termasuk perkara yang di ma’fu (dimaafkan), selama usaha untuk mensucikannya sudah dilakukan.
Lalu, bekas jika kencing seorang anak terkena pada bajunya atau badannya, maka cara mensucikannya adalah dengan mencucinya atau menyiramnya dengan air. Jadi, tidak perlu mandi besar atau mandi hadas. Jika najis/kencing tersebut tidak sempat disucikan, kemudian air kencing itu kering atau hilang dengan sendirinya (menguap) dan tidak meninggalkan tiga unsur ; bau, rasa dan warna, maka baju tersebut telah kembali suci.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: