MENUNGGU WAJAH BARU KOTA BEKASI


Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad didampingi Kepala Dinas Kebersihan Edi Rosadi berdialog dengan tukang sapu saat melakukan sidak di jalan protokol Kota Bekasi. Tahun ini Kota Bekasi memasang target menjadi kota terbersih se-Jawa Barat.

Lebih baik berbuat dari pada tidak sama sekali. Kalimat itu yang mungkin tepat ditujukan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Dalam satu tahun terakhir ini, melalui tangan Mochtar Mohamad sebagai Walikota Bekasi dan Rahmat Effendi sebagai wakilnya, Kota Bekasi terus berbenah diri untuk menampilkan wajah baru.

Dengan menggunakan metode survei kepada warganya, pemkot mencoba memenuhi kebutuhan mereka sesuai dengan apa yang sedang dibutuhkan. “Jadi, tidak lagi melulu mendasarkan diri pada alokasi program di APBD dan perspektif Pemkot Bekasi serta DPRD Kota Bekasi, namun mengetahui apa yang saat ini dibutuhkan masyarakat,” ujar Mochtar.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI) Tahun 2008, ternyata sebagian besar warga Kota Bekasi menginginkan terwujudnya Pendidikan Gratis. Dari hasil survei tersebut, di dalam APBD 2009, Pemkot Bekasi mengimplementasikan keinginan tersebut dengan mengalokasikan anggaran pendidikan 37,6% atau lebih dari Rp 550 miliar dari total APBD.

“Hal ini merupakan alokasi anggaran pendidikan terbesar bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Bahkan, melebihi apa yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini menandakan bahwa kami serius ingin menjawab kebutuhan warga,” kata Mochtar.

Untuk tingkat SD, setiap siswa mendapatkan bantuan Rp 30.000,00/bulan, sedangkan untuk murid SD Swasta Rp 10.000,00/siswa/bulan. Selain program yang telah berjalan hampir setahun ini, mulai Januari 2009 lalu, Pemkot Bekasi juga membebaskan biaya pendidikan untuk siswa SMPN dengan besar bantuan Rp 115.000,00/siswa/bulan.

Kota Terbersih

Tidak hanya itu, wajah baru yang ditampilkan Kota Bekasi bukan saja kepada warga yang selalu didorong menjadi masyarakat yang berpendidikan, namun wajah kota secara fisik. Yaitu, tekad untuk mengubah predikat kota terkotor menjadi kota terbersih se-Jawa Barat.

Mochtar mengakui, rendahnya kesadaran anggota masyarakat soal kebersihan lingkungan tersebut masih terlihat dari banyaknya sampah yang dibuang di sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi sehingga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Sementara itu, sebagai bentuk keseriusan untuk mengubah wajah kotanya, Pemkot Bekasi telah menganggarkan dana Rp 4 miliar. Dana itu selain digunakan untuk operasional Dinas Kebersihan dan Pertamanan, juga digunakan untuk melakukan pembenahan, seperti penertiban bangunan liar dan PKL.

Rektor Universitas Islam 45 (Unisma), Nandang Najmulmunir mengatakan perubahan Kota Bekasi dalam tahun 2008-2009 sudah terlihat dari adanya keinginan yang kuat untuk berubah. Khususnya, perubahan citra Kota Bekasi sebagai kota terkotor menjadi kota terbersih.

Perubahan itu, lanjut Nandang, terlihat dari adanya dorongan Walikota Bekasi dengan mengawal operasi kebersihan dan memonitor langsung ke lapangan beserta jajarannya. “Ini saya kira sebuah proses komunikasi organisasi yang cukup efektif karena menyaksikan masalah bersama di lapangan sehingga solusinya jelas,” ucap Nandang.

Ahmad (40), warga Bekasi mengaku nyaman sejak Program K3 digelar. “Melihat kota jadi indah, tidak seperti tahun-tahun dulu. Namun diharapkan kondisi ini tidak hanya untuk meraih penghargaan Adipura, tetapi menjadi program rutin untuk menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bekasi,” kata Ahmad. Kini, warga menunggu wajah baru Kota Bekasi itu terwujud.(*)

Sumber: http://www.kotabekasi.go.id

One Response

  1. mudah-mudahan kota bekasi menjadi kota terbersih dan indah, hijau dan teduh harapan kita bersama, untuk itu diperlukan kesadaran kita untuk hidup bersih dan tidak kumuh jadikan bahu di sepanjang jalan sebagai jalur hijau dan hutan kotanya bekasi, bukan sebagai timbunan sampah sepanjang jalan sampai menimbulkan bau busuk, untuk itu disetiap RT digalakkan lagi tempat sampah di depan rumah masing-masing sehingga sampah tidak lagi dibuang di bahu-bahu jalan di kota ini, juga bantaran sungai bukan sebagai tempat yang gratis untuk membuang sampah, alangkah indah bila sungai-sungai kita di bekasi ini bersih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: