Kekurangan Kas Kota Bekasi dan Pemprov Jabar Capai Rp 41,8 M



Bandung – Tak hanya empat KPUD di Jabar, BPK juga menemukan kekurangan penerimaan uang ke kas negara dari empat pemerintah daerah yang jumlahnya fantastis, yaitu sebesar Rp 46,698 miliar.

Dari keempat pemda itu, yang menduduki peringkat pertama adalah Kota Bekasi yang nilainya mencapai Rp 29,046 miliar dengan sembilan kasus.

Sementara posisi kedua ditempati oleh Pemprov Jabar senilai Rp 12,795 miliar dengan enam kasus. Posisi ketiga adalah Pemkot Tasikmalaya dengan enam kasus kekurangan penerimaan kas negara Rp 3,76 miliar,dan keempat Pemkot Cirebon senilai Rp 1,095 miliar dengan empat kasus.

Tak kalah fantastis adalah temuan administrasi atau ketidaksesuaian antara penggunaan dan laporan, yang nilainya mencapai Rp 65,229 miliar.

Dari hasil temuan laporan keuangan semester II tahun 2008 tersebut, Kakanwil BPK Jabar Gunawan Sidauruk menyatakan kekurangan penerimaan atau kerugian harus dikembalikan dalam bentuk uang. Sedangkan untuk kasus pidananya, jika uang tersebut sudah dikembalikan bukan berarti permasalahan selesai.

“Pejabat yang melakukan tindakan pengembalian uang kasus itu tidak lalu terlepas dari jeratan hukum,” kata Gunawan seusai penyerahan laporan BPK RI di Kantor BPK Jalan Surapati, Bandung, Kamis (12/3/2009).

Menurut Gunawan, Pemda-pemda yang diperiksa tersebut diberikan waktu 60 hari terhitung dari penyerahan laporan hasil pemeriksaan.

“Jadi 60 hari dari hari ini, pihak-pihak yang ditemukan kekurangan penerimaan uang dan juga administrasi harus diselesaikan,” ujar Gunawan.

Dari hasil laporan tersebut, BPK akan melaporkannya pada DPRD untuk kemudian ditindaklanjuti. Sedangkan BPK akan mengawasi pengembalian kekurangan uang dan perbaikan administrasi.

“Hasil laporan BPK ini biasanya dijadikan acuan oleh kejaksaan dan KPK untuk ditindaklanjuti, jika ditemukan dugaan korupsi,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, jika di tengah pemeriksaan BPK menemukan dugaan korupsi, akan langsung melaporkannya ke kejaksaan atau KPK. “Kami tidak punya kewenangan untuk menangkap, jadi hanya melapor,” tandasnya.
(ern/ern) Tya Eka YuliantidetikBandung


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: