Cerita Ringan: Jadi Ketua RT, kok Dimarahin Istri?


Kalau di RT 36 Pak Bonang ngotot jadi ketua RT, namun di RT 35 lain lagi. Sama sekali nggak ada yang minat jadi ketua RT. Bahkan ketua RT yang sekarang benar-benar menolak untuk dicalonkan kembali. Udah kapok kayaknya. Warga-warga lain yang dianggap mumpuni juga mengeluarkan jurus  mengindar.

Akhirnya setelah didesak-desak ada juga dua kandidat yang mau maju. Yang satu Pak Semangka, yang satu adalah Pak Andong.

Pak Semangka dan Pak Andong sama-sama tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Tidak seperti para birokrat yang sampai harus memalsukan ijazah S2, Pak Semangka dan Pak Andong sangat bersahaja dengan pendidikan mereka yang hanya tamat SD.

Pak Semangka pernah bekerja sebagai penarik becak –sekarang entah apa kerjanya–. Istrinya punya kios buah kecil-kecilan dan kadang juga berjualan tahu guling. Pak Andong pernah jadi hansip dan juru parkir. Dibandingkan dengan warga lain yang punya ijazah S1, punya perusahaan atau jadi guru ngaji, mereka mungkin bukanlah apa-apa. Tapi keikhlasan mereka untuk mau jadi ketua RT jauh melampaui mental warga-warga “kelas tinggi” tadi.

Singkat cerita, Pak Andong lah yang terpilih menjadi ketua RT 35. Apakah Bu Andong bergembira seperti istri calon bupati yang suaminya akhirnya terpilih jadi bupati? Tidak! Begitu Pak Andong pulang dari pemilihan RT dan mengabarkan kemenangannya, Bu Andong meradang habis-habisan. Disemprotlah Pak Andong yang malang ini, “Udah tahu istrinya nggak bisa baca tulis, kok tetap mau jadi ketua RT!!!!!”

Sumber: kenterate.multiply.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: