Jangan Biasakan Anak Jajan


Image

Konsumerisme semakin menggila, termasuk di Indonesia. Perilaku tersebut tumbuh lantaran orang terbiasa hidup boros. Boleh jadi gaya hidup tersebut dimulai sejak kecil karena anak dibiasakan jajan oleh orangtuanya.
Kebiasaan jajan juga dapat membawa dampak buruk bagi anak-anak. Jajanan yang tidak sehat karena mengandung zat pengawet, seperti borak dan enzim, dapat mengganggu kesehatan anak. Oleh karena itu peran orangtua sangat penting dalam mengubah kebiasaan anak untuk jajan.
“Membiasakan anak jajan akan membentuk perilaku anak menjadi konsumtif. Kebiasaan anak jajan sebenarnya dapat dicegah secara dini. Caranya dengan mendisiplinkan anak. Orangtua sebagai role model tidak boleh memberikan contoh yang tidak baik kepada anaknya,” kata psikolog Dra Mayke Tedjasaputra, beberapa waktu yang lalu.
Menurut Mayke, ada beberapa langkah untuk membuat anak tidak terbiasa jajan. Pertama, dengan menanamkan kebiasaan tidak jajan sejak kecil. Dengan menanamkan kedisplinan tersebut maka kebiasaan tidak jajan akan terbawa hingga anak tersebut besar.
Dalam mendisiplinkan hal itu orangtua dilarang keras memberikan ancaman dan hukuman, sebab hal itu justru akan membuat anak semakin tertantang untuk jajan. Lebih baik memberikan pengertian kepada anak bahwa jajan sembarangan akan membuat dia sakit.  Misalnya jajanan yang mengandung MSG akan membuat batuk-batuk dan muntah-muntah. Alangkah baiknya bila uang jajan itu ditabung.
Selanjutnya adalah membiasakan pola makan yang teratur kepada anak. Misalnya pagi hari atau sebelum berangkat sekolah, anak dibiasakan sarapan pagi. Pasalnya, sarapan pagi yang bergizi dan cukup akan membuat anak merasa kuat dalam beberapa jam kemudian. Kemudian juga memberikan bekal kepada anak untuk dimakan di sekolah.
Jika anak sudah mengenal uang, tetaplah mendisiplinkan anak dengan tidak memberinya uang jajan. Tetaplah memberikan pengertian kepada anak bahwa jajan akan membahayakan kesehatannya. Dapat juga dengan cara memberikan uang jajan seminggu sekali, tapi uang jajan itu harus kembali lagi.Variasi menu
Spesialis gizi klinik dr Cindiawaty Pudjiadi menjelaskan, agar para ibu dapat mempersiapkan sarapan dan bekal yang bergizi bagi anaknya, disarankan para ibu sudah mempersiapkan bahannya sejak malam. Pagi hari bahan makanan tersebut baru dimasak. Hal tersebut dilakukan untuk mempersingkat waktu memasak dan ibu pun dapat memilih menu sarapan dan bekal.
”Kreativitas para ibu sangat diperlukan. Kalau menu sarapan dan bekal itu-itu saja anak juga akan bosan, dan akhirnya lebih memilih untuk jajan di sekolah. Untuk pilih-pilih menu, ibu-ibu dapat melihat di buku resep atau media massa,” kata Cindiawaty
Dikatakannya pula, para ibu yang membiasakan anak berbekal uang jajan tentunya membiasakan  anak menyantap makanan yang tidak sehat. Padahal makanan yang mengandung zat pengawet pastilah akan berdampak buruk bagi kesehatan anak. (dod)

Mencegah Anak Jajan

Image Sekadar mengingatkan, pada era tahun 1970-an  orangtua memberi anak-anaknya uang dengan istilah uang saku, bukan uang jajan. Uang saku itu digunakan untuk bayar angkutan umum atau disebut ongkos. Sisa dari uang saku itu barulah dipergunakan untuk jajan atau ditabung. Namun dekade berikutnya istilah tersebut diganti menjadi uang jajan. Sedangkan ongkos terpisah dari uang jajan.
Pola pemilihan istilah itu membuat anak-anak saat ini gemar menghabiskan uang jajan. Namanya juga uang jajan, selagi masih ada uangnya ya jajan terus. Akibatnya anak-anak pun jadi konsumtif dan banyak yang terserang penyaki. Di antaranya hepatitis A, diare, dan cacingan.
Berikut ini tip membuat anak enggan jajan:
1. Berikan pengertian kepada anak bahwa jajan dengan membeli makanan tidak sehat akan mengganggu kesehatan. Misalnya jajanan itu mengandung penyedap rasa atau MSG dan pewarna bukan untuk makanan dapat merusak hati. Boraks dan formalin dapat menyebabkan kanker.
2. Jika ingin memberi uang jajan sebaiknya diatur. Bisa seminggu dua kali atau seminggu sekali. Namun uang jajan yang diberikan secukupnya saja.
3. Jika pola itu sudah ditetapkan maka para ibu perlu membiasakan anak untuk sarapan pagi dan memberinya bekal. Usahakan menu sarapan dan bekal itu bergizi dan variatif.
4. Ketika anak sudah mengenal uang, sebaiknya dibiasakan mengatur keuangannya. Orangtua dapat mengenalkan kemampuan mengelola keuangan, tanggung jawab, fungsi uang, komitmen, dan kedisiplinan kepada anak.
5. Baik juga memberitahu kemampuan keuangan orangtua kepada anak. Dengan begitu anak  akan mengerti bahwa mencari uang itu susah, dan lebih baik uang jajan itu ditabung.
6. Anak usia taman kanak-kanak jangan diberikan langsung uang jajan. Lebih baik uang jajan dipegang ibu atau pengasuh yang menjaganya. (dod)

Sumber: warta kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: