Mendisiplinkan Anak dengan Cara Menyenangkan


Kontrol Diri
Kalau kita mendisiplinkan anak supaya cuci kaki sebelum tidur, sebetulnya tujuan pendidikannya bukan semata agar kaki si anak bersih. Kaki bersih bisa dibilang tujuan pendeknya Masih ada lagi tujuan jangka panjang yang perlu kita pahami dan itu sangat penting.

Apa tujuan jangka panjangnya? Tujuan jangka panjangnya adalah agar si anak dapat belajar mengontrol-diri. Maksudnya agar si anak memiliki kemampuan yang semakin baik untuk berbuat positif dan agar bisa melarang dirinya untuk menghindari hal-hal negatif dalam hidupnya nanti.

Ketika anak-anak nanti menjadi dewasa, kontrol-diri termasuk success factor. Semua orang dewasa yang prestasi hidupnya bagus, pasti punya kemampuan mengontrol-diri lebih bagus. Jadi, disiplin sebetulnya lebih merupakan penanaman ajaran mental yang perlu diterapkan dari sejak balita atau semasa golden age.

Meminjam penjelasannya Petersan, dkk, dalam Journal of Marriage and Family (1982), tujuan dari penerapan disiplin adalah untuk mensensitifkan kesadaran si anak dan mengembangkan kemampuan inner-control. Anak yang inner-control-nya kuat akan memiliki kualitas mental yang lebih bagus.

Cara Lebih Penting Dari Tujuan
Disiplin apapun yang kita terapkan untuk anak-anak itu pasti tujuan kita bagus. Tapi, yang perlu kita ingat, cara yang kita gunakan untuk mendisiplinkan itu jauh lebih penting ketimbang tujuan yang kita inginkan. Tujuan yang baik bisa gagal apabila cara kita tidak baik.

Pertanyaannya, seperti apa cara yang baik itu? Rujukan untuk memilih cara yang baik adalah model parenting. Berdasarkan praktek dan studi, model parenting yang terbukti paling berdampak bagus bagi perkembangan anak adalah authoritatif. Kita memiliki arahan yang tegas namun itu kita sampaikan dengan cara-cara yang tidak agresif, menyenangkan, atau tidak menakutkan. Plus, tetap memberikan ruang kebebasan berkreasi dan berinisiatif.

Bu Lidia berhasil mendisiplinkan tradisi membaca dengan cara ini. Setiap habis pergi, si anak diminta menceritakan beberapa tulisan yang dibacanya sepanjang jalan. Karena didengarkan dengan penuh antusias, si anak semakin senang. Lama kelamaan, si anak terbiasa membawa buku di mobil setiap kali diajak pergi agar nanti bisa bercerita. Tanpa harus memaksa, si anak menjadi terbiasa.

Beberapa Cara Menghindari Agresi
Beberapa cara di bawah ini sebetulnya hanya tip yang berangkatnya dari kasus. Mungkin bisa diterapkan untuk situasi tertentu dan mungkin tidak. Intinya, kita perlu menemukan berbagai cara yang menyenangkan (playing-basis) untuk mendisiplinkan anak:

  1. Gunakan simbol, kode, atau istilah yang lucu dan menyenangkan untuk memunculkan perilaku yang kita inginkan. Istilah favorit saya adalah “konsentrasi” setiap kali mengajarkan ketrampilan baru, misalnya belajar naik sepeda atau apa saja. Setiap kali mendengar istilah “konsentrasi”, si anak tahu apa yang perlu dilakukan.
  2. Menyepakati perilaku tertentu, seolah-olah kita menempatkan dia pada posisi orang penting. Sebelum berbelanja, kita bisa bertanya apa yang ingin ia ambil supaya tidak berlebihan atau meminta sesuatu hanya atas dasar mood sesaat.
  3. Merekasaya suasana untuk membiasakan hal-hal positif, bukan untuk membohongi. Membuat suasana rumah sedemikian rupa pada jam tertentu agar si anak tahu waktu untuk tidur.
  4. Memahamkan konsekuensi alamiyah dari perilaku yang tidak baik dan yang baik. Terkadang kita perlu memberikan mereka kesempatan untuk merasakan akibat dari tindakannya. Tapi ini khusus untuk hal-hal yang sifatnya tidak membahayakan.
  5. Bermain di strategi mimik muka, isyarat atau nada ucapan. Ucapan dan muka kita bisa dimodifikasi dengan berbagai bentuk untuk memberi kode perilaku yang tidak baik. Sejauh itu konsisten dan itu kita lakukan sebagai strategi, bukan reaksi amarah, lama kelamaan anak akan terbiasa.

Sudah saatnya kita mengubah pemahaman bahwa disiplin itu selalu identik dengan reaksi kemarahan atau dengan perilaku yang menegangkan. Banyak cara yang menyenangkan dan inilah cara belajar yang terbukti paling tepat untuk si kecil. Semoga bermanfaat.

Sumber:

http://www.sahabatnestle.co.id/HOMEV2/main/dancow/tk_balita.aspx?id=1827&catID=16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: