RESOLUSI ULTAH PERNIKAHAN



Lakukanlah untuk menyegarkan cinta Anda berdua.

Sesungguhnya setiap obrolan santai suami istri dapat menjadi ajang penguatan tujuan pernikahan. Obrolan seperti ini dapat dilakukan kapan saja. Tapi momen wedding anniversary diharapkan lebih mengeratkan Anda berdua karena “ritual” ini biasanya dibarengi dengan waktu khusus untuk berdua. Dengan begitu, masing-masing dapat lebih fokus melihat hal-hal apa di dalam perkawinan yang perlu disegarkan.

SETIAP TAHUN?

Sebagai ritual, wedding anniversary tak harus dirayakan setiap tahun. Bisa saja 5 tahun atau 10 tahun sekali yang dilengkapi perayaan kecil-kecilan atau bahkan honeymoon kesekian.

Perayaan itu apakah harus dengan special occasion, seperti libur berdua atau makan malam romantis sepenuhnya tergantung pada Anda berdua. Yang penting, gunakan kesempatan itu untuk meneguhkan kembali tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang, seperti berjanji untuk mencapai ulang tahun berikutnya dan meminimalkan perselisihan di antara mereka atau membuat koreksi, sekaligus menciptakan hal-hal baru yang dapat memperkuat ikatan perkawinan.

Sesuai artinya, resolusi adalah membuat pernyataan yang biasanya ditujukan untuk diri sendiri tentang apa yang akan dilakukan dan yang tidak dilakukan di waktu-waktu berikut. Dalam perkawinan, karena melibatkan dua pihak, resolusi itu berkaitan dengan tujuan bersama.

MENCARI MAKNA PERKAWINAN

Momen ulang tahun perkawinan bukanlah semata-mata pesta atau perayaan, tapi mencari makna tahun perkawinan yang dilewati. Apa sih arti ulang tahun perkawinan ini buat Anda berdua, mau ngapain sih ke depannya, apa yang sudah dicapai, dan sebagainya.

Evaluasi dan resolusi tak hanya berlaku bagi pasangan yang baru 5 tahun menikah, tapi juga yang sudah 25 atau 30 tahun karena setiap tahun yang lewat membawa perubahan pada kehidupan perkawinan.

Contohnya, pantaskah di usia perkawinan 10 tahun kita masih meributkan hal-hal yang sama dengan di tahun-tahun pertama? Bisa juga sambil mengucap syukur, “Aah…lega ya tanpa terasa perkawinan sudah berjalan 10 tahun.” Lalu berjanjilah untuk sekuat tenaga bisa merayakan ulang tahun pernikahan ke-20.

Intinya, suami istri harus sama-sama tahu apakah perkembangan peran masing-masing dalam rumah tangga sudah tepat, ada yang ketinggalan tidak dan adakah yang kelewat bergegas meninggalkan partnernya. Dengan demikian, di setiap ulang tahun perkawinan akan ada penambahan, pengenalan diri, dan pengenalan pasangan.

Anda berdua juga jadi selalu optimis melihat ke depan karena kehendak masing-masing saling didengar. Percayalah, perasaan dihargai akan mendorong suami istri untuk berinisiatif dan inovatif mengelola rumah tangga.

Santi Hartono. ILUSTRASI: Pugoeh DOK. nakita

JADIKAN SETIAP HARI MOMEN CINTA

Soal apakah perlu dirayakan setiap tahun, perlukah membeli kue atau kembang, dirayakan berdua di luar kota atau pesta bersama seluruh keluarga besar, tergantung dari kebiasaan dan kemampuan ekonomi masing-masing. Sayangnya, banyak pasangan yang lebih memikirkan soal-soal teknis seperti ini daripada memikirkan apa evaluasi yang perlu dilakukan terhadap perkawinan. Padahal meski tanpa perayaan sekalipun, setiap pasangan juga bisa terus merawat cinta mereka kok, asalkan evaluasinya tetap berjalan.

Yang penting, merawat cinta tak perlu menunggu ulang tahun perkawinan. Momen cinta itu idealnya malah harus diwujudkan tiap hari, misalnya lewat makan malam bersama setiap malam, kecupan hangat saat bangun tidur. Atau bahkan kegiatan membantu memakaikan baju, aktivitas saling memuji penampilan sebelum berangkat kantor atau saling bergandengan tangan ketika berjalan. Hal-hal itu merupakan momen-momen manis yang perlu dijaga agar pasangan memiliki lebih erat satu sama lain.

PERKAWINAN: ANTARA MONUMEN & MOMEN CINTA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, monumen diartikan sebagai barang yang sengaja dibuat untuk peringatan kepada orang ternama atau peristiwa penting (1987: 654). Dalam bahasa Inggris kita mengenal istilah “memorial” yang memiliki pengertian tanda peringatan berbentuk tugu, patung dan sejenisnya, tapi juga bisa diterapkan untuk upacara peringatan. Dengan demikian monumen tidak harus berarti benda, tetapi juga berarti peringatan akan peristiwa tertentu saja.

Monumen akan mengingatkan kita di masa datang terhadap peristiwa atau nilai-nilai tertentu yang telah terjadi di masa lalu. Kalau baik patut diingat, jika jelek pantas dilupakan. Tapi monumen bisa menjadi tidak berarti jika akhirnya hanya menjadi sekadar simbol. Monumen demikian tidak meninggalkan pesan melainkan sekadar kesan!

Ada hal yang lebih agung dari sebatas monumen, yaitu momen. Dalam pengertian sederhana, momen berarti saat, waktu atau kesempatan. Makanya, dalam momen, dianjurkan untuk “…pergunakanlah waktu yang ada…”

Memperingati ulang tahun perkawinan bisa menjadi monumen atau momen, tentu tergantung dari suami-istri sebagai pelakunya. Jika hanya menjadi simbol penyatuan tanpa makna, tentu perkawinan hanya tinggal menjadi monumen “cinta” yang berarti “berdiri tegak” sampai di sini saja. Tapi bila menjadi momen, berarti setiap tahun perlu diperingati, dengan maksud untuk menyegarkan perkawinan. Penyegaran perkawinan itu tidak perlu dengan perayaan mewah memperingati kembali, tapi berupa tindakan nyata yang tujuannya mempererat cinta dengan mengikat tali perkawinan.

Sumber: http://www.tabloid-nakita.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: