Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya


Tulisan ini merupakan kutipan dari e-book yang di terbitkan salah seorang pakar keuangan ternama di negeri ini, dan di posting secara bertahap. Rahasia Menjadi Kaya … Rahasia Menjadi Kaya Sebagai Seorang Karyawan “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?”

“Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?”

Pertama-tama, mungkin Anda kaget membaca judul Tulisan ini.

Ya, buat saya, memang tidak mudah memberikan pernyataan menantang seperti itu,
apalagi kalau harus saya tulis di sampul Tulisan. Akan tetapi, harus kita akui, beberapa tahun terakhir ini, masyarakat kita seperti dibombarbir pernyataan-pernyataan yang memekakkan telinga seperti ini:

“Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian …”

“Mau kaya? Jangan jadi karyawan …”

“Buka Usaha Sendiri adalah kunci menuju kekayaan …”

“Kerja jadi karyawan mah gak akan bisa kaya …”

“Penghasilan gue sih segini-segini aja. Nggak akan pernah bisa gede. Maklum, kuli…”

… dan seterusnya.

Kalau Anda perhatikan, pernyataan-pernyataan tersebut kebanyakan diungkapkan oleh mereka yang ingin memotivasi Anda bahwa kalau mau kaya, Anda harus mempunyai usaha sendiri. Bahkan, bukan satu dua kali saya melihat Tulisan-Tulisan yang membahas pentingnya Anda membuka usaha sendiri kalau ingin kaya.

Saya tidak melihat satu pun karyawan yang mencoba membantah opini itu secara
terang-terangan di ruang publik, baik berupa pemikiran di media cetak, media
elektronik maupun di Tulisan seperti yang akhirnya saya tulis sekarang. Kebanyakan mereka hanya diam, bahkan mungkin setuju dengan penyataan itu.

Nah, repotnya, bagi kebanyakan orang sulit untuk tidak mendapatkan penghasilan
kalau tidak menjadi karyawan. Banyak di antara mereka yang-walaupun memiliki
modal untuk bisa buka usaha-lebih memilih bekerja sebagai karyawan agar bias mendapatkan penghasilan rutin dan tetap. Banyak dari mereka yang memutuskan
menjadi karyawan karena merasa tidak mempunyai bakat-bahkan tidak mempunyai
keinginan-untuk membuka usaha. Menjadi karyawan, bagaimanapun, adalah
keinginan terbesar yang muncul pada sebagian besar orang di perkotaan bila ingin
mendapatkan penghasilan. Bahkan mereka yang lulusan dari perguruan tinggi terkenal pun sering kali tidak ingin menjadi pengusaha; mereka hanya ingin bekerja sebagai karyawan.

Saya tahu ada banyak motivasi yang diberikan orang-orang di sekitar Anda tentang
pentingnya Anda membuka dan menjadi owner dari usaha milik Anda sendiri.
Terhadap keinginan itu, saya hanya ingin mengatakan bahwa kalau Anda memang
mau menjadi pemilik usaha, ya nggak apa-apa. Namun, tidak ada salahnya juga ‘kan
kalau Anda tetap memutuskan untuk menjadi karyawan?

Iya dong. Menjadi karyawan adalah pilihan yang harus dihormati. Logikanya saja
deh, kalau tidak ada orang yang mau jadi karyawan di dunia ini, siapa yang akan
menjalankan bisnis? Tidak ada, kan? Jadi, kalau Anda seorang karyawan, jangan mau terprovokasi tentang tidak perlunya menjadi karyawan lama-lama. Oleh karena,
bagaimanapun, karyawan dan pengusaha adalah mitra yang sama-sama menjalankan
bisnis. Cuma saja, karyawan-tentu saja-memiliki hak yang berbeda dengan si pengusaha. Si pengusaha, yang biasanya pada awalnya juga menjadi pimpinan di perusahaan tersebut, berhak memecat si karyawan, sementara si karyawan tidak berhak memecat bosnya.

Satu lagi, banyak pendapat di luar sana-terutama di kalangan wiraswastawan-yang
sering kali “melecehkan” pekerjaan sebagai karyawan. Pelecehan utamanya adalah
bahwa dengan menjadi karyawan Anda tidak akan pernah bisa kaya.

Huh, kata siapa?

Pertanyaan saya, pernahkah Anda melihat karyawan yang kaya? Jangan bilang tidak
pernah. Saya pernah melihatnya. Bahkan sering. Bukan satu dua kali saya melihat ada banyak karyawan yang bisa hidup makmur, dan tetap menjadi karyawan sampai
pensiun. Sebaliknya, banyak juga di antara karyawan yang kebetulan belum makmur,
kemudian mereka datang ke kantor kami, berkonsultasi, dan setelah itu, dalam
beberapa tahun ia mulai bisa menumpuk kekayaan satu demi satu. Dari sinilah saya
lalu berani mengeluarkan kesimpulan: “Jadi karyawan juga bisa kaya ….”

***

Sebelum memberi tahu bagaimana caranya seorang karyawan bisa mencapai
kekayaan, saya ingin memberi tahu terlebih dahulu tentang kesalahpahaman yang
selama ini terjadi di masyarakat kita. Bahkan, kesalahpahaman ini kadang-kadang
melekat dan tertulis pada kebanyakan Tulisan wirausaha yang sering kali menyarankan orang untuk tidak menjadi karyawan kalau ingin kaya. Apa itu? Yaitu, banyak orang yang menyamakan kata “kaya” dengan “penghasilan tinggi”.

Kalau orang mengatakan bahwa “Jika Anda mau kaya, jangan jadi karyawan”,
maksud sebenarnya adalah bahwa “Kalau Anda mau penghasilan tinggi, ya jangan
jadi karyawan karena penghasilan Anda biasanya terbatas dan dijatah oleh orang lain.

Dengan demikian, kalau menunggu penghasilan Anda tinggi mungkin masih akan
sangat lama.”

Lihat bedanya? “Penghasilan Tinggi” adalah bahwa Anda mendapatkan uang masuk
(cash flow) yang besar setiap bulan, sedangkan “Kaya” adalah seberapa banyak Anda bisa menyisihkan, menyimpan, dan menumpuk aset dari penghasilan yang Anda
dapatkan. Jadi, perbedaannya: kata “Penghasilan Tinggi” berhubungan dengan cash
flow, sementara kata “Kaya” berkaitan dengan seberapa banyak aset yang bisa Anda
dapatkan dari penghasilan tinggi itu.

Nah, masalahnya, dari pengalaman saya, sering kali “penghasilan tinggi” tidak
menjamin Anda bisa “kaya”. Saya sering melihat ada banyak orang yang punya
penghasilan tinggi, bahkan sangat tinggi, entah di kantor atau di bisnisnya, tapi karena dia tidak bisa mengelola uangnya (entah karena boros atau karena nggak pinter (mengelola), dia tidak juga kaya. Sebaliknya, saya sering melihat ada banyak orang yang penghasilannya terbatas, tapi karena dia pintar mengelola, dia bisa hidup kaya dan makmur.
Contohnya, banyak pengusaha-sekali lagi, pengusaha-yang biarpun punya
pemasukan besar dari usahanya, tetapi hidup sangat boros. Akhirnya, ia tidak pernah bisa memiliki aset apa-apa dan tidak pernah bisa “Kaya” karena penghasilannya selalu habis. Sebaliknya, banyak karyawan-sekali lagi, karyawan-yang penghasilannya terbatas, tapi karena dia bisa mengelola penghasilan dengan sangat baik, dia bisa mengembangkan uangnya yang sedikit itu menjadi besar dan akhirnya bisa “kaya”. Di usia tua, dia malah bisa hidup makmur.

Kesimpulannya?

“Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk
menjadi kaya, Anda tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar.
Anda tetap bisa kaya berapa pun penghasilan Anda karena kemampuan Anda
mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari
bagaimana Anda mengelola penghasilan itu.”

Download ebook siapa_bilang_karyawan_tidak_bs_kaya.

E-Book ini di persembahkan kepada seluruh orang yang membutuhkannya dengan tujuan non-komersial dan tanpa maksud untuk merugikan sang penulis. Dasarnya bersumber pada publikasi online gratis atau dokumentasi yang tidak diperdagangkan lagi. Jika buku ini masih diperdagangkan, kami tetap menyarankan Anda untuk membeli versi cetaknya agar dunia perbukuan di Indonesia terus maju dan berkembang dengan pesat.

Baca E-book lainnya di https://vmg2.wordpress.com/category/ebook-new/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: