Elemen Air pada Taman Rumah


Unsur air memiliki sejuta makna. Bagaimana jika ingin dimasukkan sebagai salah satu elemen desain pada rumah?
Elemen air sering dihadirkan untuk mempermanis taman, baik berupa kolam maupun sekadar tanaman air. Kehadiran gemericik air, bayangan riak-riak kolam dan lincah gerak ikan dapat menciptakan kesan sejuk dan tenang ketika kita bersantai di taman.
Sayangnya, seringkali pemilihan desain dan jenis elemen air kurang tepat atau serasi dengan taman. Alhasil, keindahan taman menjadi kurang optimal, lalu kemudian timbul rasa malas untuk memeliharanya. Elemen air kemudian jadi terbengkalai, kering, atau kotor berlumut. Padahal tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk pembuatannya. Karena itu, perlu pertimbangan yang matang sebelum memilih dan membuat elemen air di taman rumah. Berikut adalah beberapa contoh elemen air yang umum dipakai di taman rumah.
Kolam Relief
Kolam ini “menempel” pada tembok serupa dinding batu alam. Umumnya terbuat dari kawat ayam, batu, dan semen. Desain kolam dititik beratkan pada relief dinding dengan tekstur guratan-guratan batu yang menimbulkan kesan alami. Biaya pembuatan relatif mahal karena perlu tukang dengan keahlian khusus, apalagi jika dilengkapi dengan air terjun yang memerlukan pompa air.
Kolam jenis ini sangat sesuai bila lahan yang tersedia relatif sempit tapi menyediakan ruang pandang yang cukup luas, sehingga relief dinding dapat dinikmati dari jarak yang cukup. Misalnya, taman terletak di bagian belakang rumah yang sempit, namun bisa dinikmati (dipandang) dari ruang keluarga/ruang makan.
Kolam relief bisa dibuat untuk taman indoor maupun outdoor. Untuk taman indoor, harus memperhatikan sirkulasi udara agar rumah tidak menjadi lembab, terutama bila dihiasi air terjun. Untuk tanaman penghias sebaiknya dipilih tanaman kecil bertekstur halus dan menjuntai seperti pakis kelabang (Nephrolepis biserata), philodendron (Philodendron Sp.) dan andong. Tidak disarankan menanam tanaman berkayu dan berbatang tinggi. Bila cukup terkena matahari dapat juga digunakan tanaman berbunga yang menjuntai seperti lantana (Lantana sellowiana) dan anggrek.
Pencahayaan (lighting) yang menyorot ke arah tanaman atau air terjun pada dinding dapat menampilkan efek bayangan yang indah. Untuk pencahayaan yang sederhana, letakan toro (lentera batu ala Jepang)  pada titik-titik tertentu.
Pemeliharaan kolam relief relatif mudah. Warna gelap dan tekstur kasar membuatnya tidak mudah terlihat kotor. Meski demikian, kolam tetap perlu disikat dan diganti airnya secara berkala agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Kolam Batu Alami
Sekilas bentuknya hampir sama dengan kolam relief namun minus dinding buatan. Dibuat dari lempengan batu kali dan semen. Kesan liar (tidak tertata) dan alami kolam timbul karena paduan bentukan batu kali yang kasar dan tanaman yang rimbun menjurai. Kolam batu alami banyak ditemui pada taman Bali, taman tropis, serta taman Jepang.
Untuk variasi dapat ditambahkan air mancur atau air terjun dan aksen berupa patung. Pada taman Bali, patung yang digunakan biasanya terkait dengan mitologi dan cerita rakyat Bali seperti katak, kura-kura, dan kera. Sementara pada taman Jepang, aksen penciri adalah toro dan tsukubai (air mancur pipa bambu) serta bonsai dari keluarga pinus dan rhododendron.
Pemeliharaan untuk kolam ini paling sederhana. Karena suasana taman yang dibiarkan berkesan alami tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Bila ada ikan hias harus diperhatikan sirkulasi air dan udara dengan pompa. Kolam batu alami sebaiknya diletakan di area yang terkena sinar matahari.
Jika lahan relatif luas dan berkontur, kolam jenis ini bisa dikembangkan menjadi semacam miniatur sungai (creek). Jika dibuat seperti sungai, harus diperhitungkan sumber air dan sirkulasinya. Karena mengalir cukup jauh maka air akan cepat habis, sehingga sumber air alami lebih baik. Kolam ini biasanya mengundang orang untuk bermain air, terutama anak kecil, sehingga faktor keselamatan harus diperhatikan. Dasar kolam sebaiknya dibuat tidak licin. Karenanya, pemeliharaannya pun agak sulit sebab harus disikat secara berkala.
Kolam Persegi
Wujudnya berupa kolam persegi panjang yang bibir kolamnya dihiasi ubin granit atau marmer. Biasa dipakai pada taman mediteran, taman Bali, dan taman modern.
Pada taman Bali, tanaman air yang biasa digunakan adalah kiambang (Pistia stratiotes). Untuk kolam yang cukup besar dapat dipakai tanaman air seperti lotus (Nelumbo nucifera), stock (Thypa angustifolia), dan helikonia air (Thalia dealbata). Sementara tanaman taman yang dapat menambah keindahan kolam antara lain kamboja jepang (Adenium coetanum), pisang hias (Heliconia Sp.), puring (Codeaum variegatum), dan pandan bali (Pandanus tectona).
Pada taman modern dan mediteran, kolam persegi biasanya berfungsi sebagai reflecting pool dan focal point. Bagian dasarnya seringkali dihiasi batu koral sikat, motif mozaik keramik, bahkan uang logam. Karena berfungsi sebagai focal point, lighting berada di dalam kolam. Bila bagian dalam kolam dilapisi cermin, maka kolam akan berkesan mandi cahaya. Tanaman yang banyak digunakan adalah tanaman sukulen bernuansa gurun seperti sikas (Cycas revoluta), palem pendek, siklok (Aloe agave), yucca (Yucca gloriosa), dan kaktus.
Pemeliharaan dan pembuatan kolam ini tergolong mahal. Secara berkala harus selalu dikuras dan dibersihkan agar tidak berlumut. Bahan batu granit dan marmer juga cukup mahal. Sebagai alternatif dapat digunakan keramik, batu andesit, atau batu candi.
Kolam Pancur
Kolam pancur adalah kolam yang menampung air dari pancuran yang menempel di tembok. Ukurannya biasanya kecil dan terbuat dari beton. Kolam ini biasanya menghiasi taman eropa, di mana air memancur dari gargoyle (talang air) berbentuk kepala singa. Kolam ini sangat sesuai untuk lahan kecil karena dapat dipadankan dengan gaya taman. Dapat juga sebagai kolam wudlu asal dijaga kebersihan airnya.
Pembuatan kolam pancur agak sulit karena harus membuat jaringan air baru di dalam tembok.Mahal tidaknya biaya tergantung dari pompa dan pemilihan bahan (granit, marmer, atau beton). Untuk perawatan, kolam perlu disikat secara berkala.
Kolam Air Mancur
Kolam yang dimaksud berbentuk bundar dengan air mancur di tengah-tengah. Yang berukuran besar diletakkan di permukaan tanah, dan terbuat dari beton. Yang kecil dan “berkaki” dijual dalam bentuk “jadi” dari bahan fiberglass atau keramik. Pemeliharaannya tergolong sulit karena secara berkala harus dibersihkan dan dikuras.
Kolam berukuran besar, serasi melengkapi taman eropa, taman modern, dan taman islam. Ketiga taman ini bergaya formal simetris, yaitu komposisi tanaman berulang pada keempat sudutnya. Kolam biasanya dihiasi detil ornemental dan diletakkan di tengah taman sebagai focal point.
Lighting berfokus pada air mancur atau detil kolam agar menimbulkan bayangan yang menarik. Jangan letakkan lampu taman yang tinggi di dekat kolam agar tidak berebut perhatian.
Tanaman yang digunakan biasanya yang bertekstur halus dan dipangkas. Untuk tanaman tinggi, pilih tanaman yang tidak dominan bentuk maupun warnanya seperti pandan dan yuka sehingga ada keseimbangan antara kolam dan tanaman.Tidak disarankan menggunakan tanaman air.
Tanaman Air dalam Pot
Pot besar berisi berbagai tanaman air atau tanaman air tunggal dapat memberi aksen pada sebuah taman. Lighting yang difokuskan pada bunga atau tajuk tanaman dapat memberikan pemandangan yang berbeda.
Pot besar warna terakota berbentuk guci, sangat sesuai dengan taman sudut indoor bergaya tropis atau Bali. Tanaman air yang digunakan bervariasi dari papirus hingga eceng gondok (Eichornia crassipes). Dapat dipadukan dengan patung-patung hewan dan pot tanaman biasa. Bila memakai tanaman air berbunga seperti lotus, cahaya matahari harus cukup tersedia agar tanaman dapat berbunga.
Pot warna putih/terang dan berkaki dapat digunakan untuk komposisi formal, seperti taman gaya Eropa. Tanaman air yang digunakan sebaiknya berukuran kecil seperti kiambang. Sementara untuk taman Jepang, pot sebaiknya diletakkan sebagai focal point. Padukan dengan elemen keras seperti bambu dan tebaran koral dengan komposisi menarik.
Pemeliharaan pot tanaman cukup mudah karena tidak perlu dibersihkan atau dikuras. Tetapi perlu diperhatikan kebersihannya agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Dalam mendesain, beberapa jenis kolam dapat dipadukan sehingga berkesan unik seperti kolam relief, alami dan sungai mini yang dipadukan pada taman luasan besar, atau kolam pancuran yang berbentuk batu alami. Elemen pelengkapnya juga dapat dipadu-padankan sesuai keinginan dan imajinasi. Selamat berkreasi!
Sumber:

(Lestari Suryandari & Lita Ariani – Desainer Lanskap/www.tabloidrumah.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: