25 PNS dari 558 orang Pengidap HIV di Bekasi


BEKASI, Dalam kurun waktu  2004-2007, jumlah pengidap HIV di Kota Bekasi mencapai 558 orang dan 25 di antaranya adalah Pegawai Negeri Sipil Kota Bekasi. Penderita AIDS di Kota Bekasi, dalam kurun waktu yang sama berjumlah 441 orang.

“Jumlah pengidap HIV di Kota Bekasi mencapai 558 orang termasuk 25 PNS. Sedangkan penderita AIDS 441 orang,” ungkap Direktur Program Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Sehati, Novan Andri Purwansjah di Bekasi, Selasa (9/9).

Ia menyebutkan, data tersebut terungkap ketika petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi memaparkan hasil survei jumlah penderita HIV di Kota Bekasi pada 1 Desember 2007, bertepatan dengan Hari AIDS se-dunia.

Bila Pemkot dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi tidak serius mengantisipasi penyebaran virus HIV/AIDS, maka bagaikan gunung es yang tinggal menunggu cair, katanya.

Di Kota Bekasi baru dua tempat untuk pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) yakni Puskesmas Jatisampurna dan Bantargebang, sedangkan untuk pemeriksaan dan pengambilan obat Voluntary Clinic Test (VCT) hanya empat klinik.

Keempat VCT itu terdapat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, RS Ananda, klinik VCT Pondokgede dan Klinik VCT LSM Mitra Sehati. Sementara itu, DDN (35), PNS di jajaran Pemkot Bekasi mengaku mengidap virus HIV pada 2006 akibat penyalahgunaan narkoba menggunakan jarum suntik bergantian dan sesuai hasil pemeriksaan kesehatan di RSUD Bekasi.

Ia mengkonsumsi narkoba jenis shabu menggunakan jarum suntik mulai tahun 1996 hingga 2002, dan hasil pemeriksaan kesehatan pada 27 Juli 2006 menyebutkan positif mengidap HIV.

Penderita HIV, diharuskan mengkonsumsi obat Neviral dan Duviral yang harganya cukup mahal masing-masing satu tablet setiap 12 jam sekali. “Kalau lupa minum obat itu pengaruhnya pasti ada,” ujarnya.

“Saya mengharapkan semua pihak tidak mengucilkan penderita HIV agar tidak menambah beban penderitaan,” katanya.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Sutriyono menyatakan prihatin ada puluhan PNS pemda setempat terkena virus HIV.

“Itu suatu indikasi bahwa pembinaan pegawai di jajaran Pemkot Bekasi terutama siraman rohani dan bahaya penyalahgunaan narkoba belum maksimal,” ujarnya seraya menambahkan, sudah saatnya seluruh PNS Pemkot Bekasi melakukan tes urine dan darah.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Retni Yomti mengakui terdapat 25 PNS mengidap virus HIV, tetapi tidak disebutkan PNS Kota Bekasi.

“Puluhan orang yang terserang HIV itu memang PNS, tapi saya tidak menyebutkan PNS itu bekerja di Pemkot Bekasi. Mungkin mereka bekerja di Jakarta atau Bandung, tapi memang 25 PNS itu tinggal di Kota Bekasi,” ujar dr Retni.

Sumber : Kompas.com

One Response

  1. kita sih gak mengucilkan dianya aja yang mau mengucilkan diri sendiri, sudah tau efeknya tapi masih dilakonin juga, kan salah sendiri! contoh sudah banyak, apa yg di tanam itu yang di petik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: