ANEKA KEGIATAN KREATIF ANAK


* Bercerita dan menceritakan kembali

Tak semua anak mampu bercerita dan menceritakan kembali. Padahal kegiatan ini mengandung unsur kreatif, dimana anak belajar mencipta dan berkreasi melalui bahasa, dengan menggunakan kata-katanya sendiri .

Untuk merangsang anak melakukan kegiatan ini, akan lebih efektif bila orangtua memberi contoh, yaitu dengan senang bercerita. Model dari orangtua bisa menjadi inspirasi bagi anak dalam kegiatan keseharian. Ingat, salah satu karakteristik anak usia ini adalah meniru. Bila orangtua senang bercerita, anak otomatis akan menirunya. Misal, sepulang kerja orangtua menceritakan pengalamannya, entah hubungannya dengan rekan kerja ataupun pengalamannya selama dalam perjalanan dari kantor menuju rumah, dan lainnya. Dengan begitu, anak pun akan spontan melakukan hal yang sama tanpa harus diinterogasi oleh orangtua.

Orangtua juga perlu menstimulasi anak dan bertanya padanya tentang pengalaman yang diperolehnya di sekolah. Namun demikian, orangtua diharapkan tidak hanya bertanya sepihak, apalagi jika bahasa yang digunakan cenderung monoton sehingga membuat anak bosan dan tidak tertarik untuk memberi jawaban.

* Bermain pura-pura/peran

Kegiatan drama juga sarat dengan kreativitas. Berilah kesempatan pada anak untuk berlatih bermain peran. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, ketika ibu bersama anak bermain peran sebagai guru dan murid, anak diminta bernyanyi seolah-olah berada di panggung; bermain peran sebagai penjual dan pembeli; bermain peran sebagai dokter dan pasien; dan sebagainya. Kemaslah kegiatan bermain ini dengan tema tertentu dan semenarik mungkin karena banyak aspek perkembangan anak yang bisa dikembangkan, seperti sosialisasi, bahasa, emosi, dan sebagainya. Selain itu, kegiatan ini dapat membangun kekompakan dalam keluarga.

* Melukis/menggambar

Jika anak hanya meniru hal yang sama persis dalam membuat suatu gambar, tentu saja nilai kreativitasnya kurang terlihat. Kreativitas akan tampak ketika ada kreasi anak sendiri, atau anak memodifikasi dari contoh gambar yang ada. Contoh, anak diminta menggambar dengan tema pemandangan. Anak mungkin menggambar suatu pemandangan yang pernah dilihatnya di suatu tempat. Atau, bila anak sulit mengimajinasikan gambar tersebut, orangtua/guru bisa membawanya keluar ruangan agar anak dapat menggambar lingkungan sekitar, seperti taman bunga di depan rumah, taman bermain di sekolah, situasi di jalan dan sebagainya. Sesekali orangtua/guru juga perlu memberi kesempatan pada anak untuk menentukan pilihan gambarnya tanpa dibatasi oleh tema yang ada. Jadi, anak difasilitasi untuk mendisain gambarnya, mengkreasi, dan mengeksplornya sendiri sesuai dengan pengalaman dan minatnya.

* Kegiatan visual arts atau membuat prakarya

Kegiatan ini juga mengandung unsur kreatif seperti mencipta, berkreasi dan mengeksplorasi. Kegiatan ini meliputi aktivitas mencetak, menempel, dan menggunting. Dengan stimulasi yang tepat, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan motorik halus anak.

* Main pasel

Kegiatan menyusun/memasangkan kepingan–kepingan agar membentuk pola/gambar tertentu, dapat merangsang peningkatan kemampuan berpikir anak. Orangtua atau guru juga dapat melakukan kegiatan bersama anak untuk membuat pasel sederhana sesuai kreasi anak. Misal, membuat gambar pada karton kemudian mengunting-guntingnya menjadi potongan-potongan pasel yang dapat dibongkar pasang.

* Main balok

Melalui kegiatan ini anak didorong untuk bisa merancang suatu bentuk tertentu semisal bangunan rumah, robot dan lainnya sesuai imajinasi anak. Di awalnya, guru atau orangtua dapat memberikan beberapa contoh bentuk yang dapat dirancang dengan menggunakan balok-balok. Jelaskan pada anak bahwa anak boleh membuatnya dalam bentuk yang berbeda. Beri kesempatan pada anak untuk mempunyai pilihan dalam membuat kreasinya.

* Mencampur warna cat

Kegiatan seni seperti ini, juga terkait erat dengan materi pembelajaran sains awal yang dapat disimulasi pada anak prasekolah. Orangtua atau guru dapat menggunakan berbagai bahan cat air atau pewarna makanan. Orangtua harus mendampingi kegiatan ini dan menjaga agar bahan-bahan tersebut tidak tertelan oleh anak. Dalam kegiatan ini anak mendapat kesempatan untuk mengeksplor warna-warna yang ada dan mencipta warna baru.

* Membentuk plastisin

Dalam kegiatan ini, motorik halus anak dapat terstimulasi dengan baik. Anak diberi kesempatan untuk membuat berbagai bentuk benda di sekitarnya dari plastisin. Guru atau orangtua dapat memberi contoh beragam bentuk benda yang menarik bagi anak sebagai stimulasi awal. Sekali lagi, orangtua atau guru tidak diharapkan menilai produk anak, tetapi lebih kepada menghargai usaha dan proses anak dalam membentuk sesuatu.

* Menari

Kegiatan menari akan sarat dengan kreativitas gerak, jika guru memberi kesempatan pada anak untuk bebas bergerak mengikuti irama. Anak dapat memodifikasi gerakan yang dicontohkan guru, sehingga tidak semuanya harus diseragamkan. Yang perlu diperhatikan, tujuan kegiatan menari pada anak prasekolah bukanlah untuk menghafalkan gerakan tarian tertentu, tetapi lebih kepada pengembangan motoriknya. Dalam hal ini, guru perlu menghargai proses dan manfaat anak dalam melakukan gerakan, bukan sekadar produk tarian tertentu yang harus dilakukan. Salah satu cara untuk merangsang kreativitas dalam menari adalah dengan meminta anak melakukan suatu gerakan sesuai ekspresi dan kreasinya, semisal melakukan gerak lambaian pohon, melakukan gerak seperti burung terbang, kelinci melompat, ikan berenang, dan sebagainya. Anak tak perlu melakukan gerakan yang seragam.

Cara yang bijak, sebelum orangtua/guru mencontohkan anak gerakan menari, beri kesempatan anak untuk bergerak sesuai irama musik dan berkreasi sesuai tanggapannya terhadap musik tertentu. Setelah itu guru atau orangtua dapat mencontohkan anak gerakan-gerakan dalam tarian tertentu. Bisa juga guru/orangtua memberikan contoh gerakan dan si anak memodifikasinya sendiri. Jadi, peran guru/orangtua lebih pada mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan musik dan gerak, bukan sekadar agar terlihat teratur dan indah dalam pandangan orang dewasa.

Dedeh Kurniasih. LOKASI: TKAI, CIPETE, JAKSEL, FOTO-FOTO: FERDI/nakita

Narasumber:

Lara Fridani S.Psi, M.Psych (Edu & Dev),

dari Universitas Negeri Jakarta, PAUD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: