Sepuluh kepala sekolah di Bekasi dicopot


Pemerintah Kota Bekasi mencopot sepuluh kepala sekolah negeri dari tingkat SD, SMP dan SMA terkait iuran penerimaan siswa baru (PSB). Kesepuluh kepala sekolah tersebut terbukti menarik PSB tanpa mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemkot Bekasi. Kepala sekolah yang dicopot dari jabatannya itu terdiri dari empat kepala SDN yaitu SDN IV Margajaya, V Margajaya, Jatimekar I, dan Ciketing Udik I, lima Kepala SMPN yaitu SMPN 3, 18, 2, 10 dan 9 serta satu Kepala SMAN 2.

“Kesepuluh kepala sekolah tersebut terbukti melanggar aturan karena membebani orang tua murid,” ujar Walikota Bekasi, Muchtar Mohammad, Rabu (20/8).

Padahal, lanjut Muchtar Mohammad, Pemkot Bekasi mencanangkan program pendidikan dan kesehatan gratis agar beban masyarakat bisa diperingan, terlebih dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak.

Sedangkan Surat keputusan (SK) pencopotan Kepsek hari ini sudah dikeluarkan Dinas Pendidikan kota bekasi dan di tandatangani walikota bekasi, Muchtar Mohammad.

Lebih lanjut Walikota Bekasi Muchtar mohammad mengatakan, kasus seperti ini dikatagorikan pungutan liar dan harus diberikan sanksi tegas agar kepala sekolah yang lain meniru seperti apa yang dilakukan teman sejawatnya. (BeOn/ht)

Sumber: www.BekasiOnline.com

2 Responses

  1. Asalamualaikum….. para pembuka wab mutiara gading 2

    saya sebagai masyarakat kota bekasi sangat menyayangkan keputusan walikota yang mencopot 10 kepala sekolah wilayah bekasi.

    karena fakta yang saya temukan dilapangan itu tidak benar jika pencopotan kepala seklolah dikarnakan mejual buku pelajaran kepada siswa (Khusus Untuk Kepala Sekloah SDN Jatimekar I )

    karena siswa SDN Jatimekar I mendapatkan buku pelajaran dari toko buku yang d kehendaki walimurid bukan atas petunjuk sekolah.

    Apabila masih ada yang kurang yankin dengan Argumen saya ini. silahkan Anda tanyakan langsung Kepada Orang tua siswa yang ada d SDN Jatimekar I.

    Menurut saya ini sudah ada UNSUR PENCEMARAN NAMA BAIK…

    Trimakasih.. Wasalam…..

  2. Kalo menurut berita di atas:

    Pemerintah Kota Bekasi mencopot sepuluh kepala sekolah negeri dari tingkat SD, SMP dan SMA “terkait iuran penerimaan siswa baru (PSB)”.

    “Kesepuluh kepala sekolah tersebut terbukti menarik PSB tanpa mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemkot Bekasi.”

    Apakah benar akan hal itu?

    Sy juga tidak menyangka dengan keluarnya berita ini.

    Mungkin ada rekan2 lain yang tau persis keadaan sebenarnya?

    Salam VMG2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: