Walikota Bekasi Akan Copot Kadisdik


Terkait sistem penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini dan banyaknya pungutan yang dikeluhkan orangtua siswa, Walikota Bekasi, Mochtar Mochammad berencana merombak ”kabinetnya” termasuk mengganti Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Kodrato. Menyusul diperiksanya dua kepala sekolah yang kini diperiksa karena mengadakan pungutan melebihi ketentuan. Dua kepala sekolah tersebut, kepala SMPN 3 dan SMPN 10, diperiksa oleh Badan Kepegawaian Daerah Pemkot Bekasi.

”Saya akui kegiatan PSB di Kota Bekasi tahun ini tak mulus. Indikasinya banyak keluhan dari para orangtua siswa terkait PSB tersebut,” kata Mochtar, Senin (11/8), seraya menyebut penggantian pejabat terkait PSB akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Selain memungut uang sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) sebesar 150.000 per siswa mereka juga memaksa siswa membayar uang OSIS Rp 50.000. Padahal pungutan maksimal sebesar Rp 150.000 sudah termasuk uang OSIS dan kegiatan lainnya.

”Dua kepala sekolah itu masing-masing kepala SMPN 3 dan SMPN 10. Saat ini mereka masih diperiksa di Badan Kepegawaian Daerah,” ujar Mochtar, Senin (11/8).

Mochtar menganggap pendidikan dan kesehatan merupakan program unggulannya sebagai Wali Kota Bekasi. Dengan demikian ia bertekad seluruh warganya bisa dengan mudah menempuh pendidikan dan memperoleh fasilitas kesehatan yang ditawarkan.

”Para kepala sekolah seharusnya sadar betul bahwa mereka itu sudah mendapatkan gaji dan tidak perlu lagi mengambil pungutan dari orangtua siswa,” ujarnya.

Mochtar juga mencurigai adanya indikasi permainan guru dan pihak sekolah terkait penjualan buku paket. Pasalnya setelah kegiatan PSB, bermunculan warung-warung penjual buku paket yang letaknya di dekat sekolah. Dari laporan sejumla warga, pihak guru mengarahkan para siswanya untuk membeli buku di warung-warung tersebut.

”Penjualan buku masih bisa ditoleransi jika dilakukan di koperasi sekolah. Tapi selama ini banyak bermunculan toko buku di dekat sekolah dan siswa diarahkan untuk membeli buku di toko tersebut. Kami masih menyelidiki masalah ini,” ucap Mochtar.

Sementara itu juga, Ketua Komisi B DPRD Kota Bekasi Heri Koswara juga mengaku menerima banyak keluhan soal PSB. Bahkan dirinya juga mendapatkan laporan dari warga bahwa ada toko buku di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bekasi yang dirujuk pihak sekolah.

”Rencananya satu atau dua hari ini kami akan mendatangi toko buku tersebut, apakah toko buku tersebut toko buku besar atau toko buku dadakan. Jika memang terbukti ada permainan dengan pihak sekolah, kami akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi,” papar Heri.

”Saya akui kegiatan PSB di Kota Bekasi tahun ini tak mulus. Indikasinya banyak keluhan dari para orangtua siswa terkait PSB tersebut,” kata Mochtar, Senin (11/8), seraya menyebut penggantian pejabat terkait PSB akan dilakukan dalam waktu dekat ini.(BeOn/wk)

Sumber: BekasiOnline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: