Proyek Dipungli Sampai Ketingkat RT/RW


Pungutan liar (pungli) kini sudah menjadi sistem di masyarakat. Setiap kegiatan usaha akan berhadapan dengan pungli dengan berbagai jenis dan tingkatannya. Salah satu yang merasa sangat dirugikan dengan pungli adalah para pengusaha jasa konstruksi (pemborong) di Bekasi. Mereka mengeluh, bayangkan saja, untuk satu mobil angkutan semen cair “molen” dipungli Rp 200.000. Belum lagi biaya koordinasi dari tingkat kecamatan, kelurahan, Karang Taruna sampai RT/RW

Sejumlah pengusaha jasa konstruksi di lingkungan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengungkapkan, mereka menyebutkan pungli tersebut bukan saja dilakukan aparat tingkat kelurahan, kecamatan, tetapi juga dilakukan para organisasi massa (ormas) bahkan petugas pengatur lalu lintas di jalanan.

“Jujur saja, pungutan itu jelas sangat memberatkan dan meresahkan,” kata seorang pemborong yang minta namanya tidak ditulis dengan alasan takut menjadi sasaran para pelaku pungli di jalanan tersebut.

Dia mengatakan jumlah pungli di lapangan bisa mencapai 13 jenis. Untuk satu proyek pembangunan jalan, misalnya di daerah Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medansatria Kota Bekasi, pemborong harus mengeluarkan dana untuk pungli Rp 14 jutaan. Pungutan itu dilakukan mulai dari aparat kelurahan.

Untuk aparat kelurahan biasanya Rp 5 juta, kemudian kepada Karang Taruna Rp 700.000, Ormas tertentu Rp 1 juta, pengurus RW dan RT Rp 600.000, Tramtib Rp 300.000, aparat kecamatan Rp 1 juta, termasuk utuk petugas keamanan yang berpatroli. (BeOn/sh)

Sumber: BekasiOnline.Com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: