Perjuangan Guru Sukwan Belum Berakhir


Perjuangan sejumlah guru Sukwan di Kota Bekasi untuk memperoleh peningkatan status nampaknya belum berakhir. Kali ini para sukwan dimintai pungutan sejumlah uang berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 2,5 juta yang menyertai turunnya SK Walikota menjadi Tenaga Kerja Kontrak (TKK). Pungutan dimaksud dilakukan oleh Forum Silaturahmi Guru Sukwan (FSGS) Kota Bekasi.

Menurut Asep, salah seorang guru sukwan, ia dan sejumlah rekannya dimintai pungutan sebesar Rp 500.000 hingga Rp 2,5 juta setelah memperoleh SK.

Katanya uang tersebut sebagai ucapan terima kasih. Padahal soal itu tak pernah ada dalam kesepakatan. Pungutan itu melenceng dari semangat perjuangan guru sukwan yang berjalan untuk kemajuan bersama,”ungkap Asep yang menjadi guru sukwan di sebuah SMK di Kota Bekasi.

Kepala BKD Kota Bekasi Slamet Gumelar mengomentari hal ini bahwa pungutan itu sangat disesalkan karena selama ini ia berusaha mengakomodir para guru sukwan untuk kepentingan semuanya.

”Jadi tak ada kelompok guru sukwan yang paling diuntungkan soal ini hingga berhak melakukan pungutan. Jika itu terjadi berarti perjuangan forum guru sukwan tersebut tidak murni,” ujar Slamet.

Sementara itu, Wakil Ketua FSGS Triyanto membantah bahwa pihaknya memberlakukan pungutan kepada sejumlah guru sukwan terkait dengan SK TKK yang ditandatangani Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad, apalagi jumlahnya mencapai jutaan rupiah.

”Tapi memang kami hanya mengarahkan untuk seluruh anggota untuk memberikan tanda terima kasih kepada tim advokasi yang diketuai Pak Rahmatuloh. Forum memandang bahwa sudah selayaknya kami memberikan ucapan terima kasih tersebut baik berbentuk lisan maupun finansial karena sudah dibantu sejak tahun 2005,” papar Triyanto.

Menurut Ketua FSGS, Ayatulah, ucapan terima kasih itu merupakan kesadaran kolektif dari anggota FSGS. Sifatnya hanya menyarankan dan tidak memaksakan kepada anggotanya.

”Jadi tergantung kesanggupan para anggota untuk menyumbang. Kami juga tidak mungkin mencoret nama-nama yang sudah mendapatkan SK TKK. Bagi guru yang memang tidak sanggup membayar sumbangan mereka tetap akan mendapatkan SK TKK tersebut,” ujar Ayatulah. (BeOn/wk)

sumber: BekasiOnline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: