Pembentukan RW BLOK F VMG2 Dalam Seribu Satu Perspektif


Berkembangnya isue Pembentukan RW di wilayah BlokF, bukan sesuatu yang tibatiba. Akan tetapi ada keterkaitan pada masa-masa sebelumnya atau sudah ada embrio sebelumnya, yang mana sekarang tinggal menunggu proses pendewasannya semata.

Sehingga wacana yang berkembang pun masih kontra-produktif. Ada yang mendukung karena merasa Blok F sudah sepantasnya menjadi lingkungan dalam satu wadah RW agar lebih mudah dalam akses pelayanan pengurusan administratif warga blok F dan pengaturan kebijakan di lingkungan blok, ada juga yang mengatakan kurang etis dan terkesan ambisius karena melihat bahwa masih ada hal-hal yang harus diselesaikan lebih dulu – menetralisir hubungan antar RT dalam lingkungan blok F, sebagai akibat pemekaran RT yang terjadi di Blok F dan masalah keamanan yang sudah jelas di butuhkan mendesak -, pada sisi yang lain.

Terlepas dari kedua hal tersebut diatas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan lebih jauh mengenai naiknya “temperatur” antar (pengurus) RT yang ada di BlokF, wabilkhusus RT-RT yang berkaitan dengan pemekaran. Apa basis epistemology (ilmu kebenaran) yang mendasari bahwa pemekaran adalah kebutuhan mendesak atau harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi oleh apapun?

Dalam perspektif apakah pemekaran dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat luas? Kemudahan akses pelayanan, kegiatan sosial, keamanan, persatuan antar RT di Blok F atau ada sesuatu yang lain dari pada yang sudah tersebut?

Lalu bagaimana rasionalisasinya bahwa pemekaran dapat menyelesaikan problematika kemasyarakatan? Sederetan pertanyaan ini, perlu kita refleksikan bersama agar dapat diketahui apakah pemekaran itu sebagai cara guna memenuhi kebutuhan semua elemen masyarakat, atau pemekaran hanya sebagai tujuan politik tertentu untuk menyalahgunakan jabatan RW sebagai jabatan di atas RT.

Jika pemekaran dijadikan sebagai tujuan seperti itu, lalu siapa yang akan bertanggung jawab? Bila jabatan RW jatuh ke tangan orang yang salah (tidak bisa menyatukan – mengayomi atau menjadi penengah atas kepentingan masing-masing RT). Dan apakah masyarakat awam yang tidak banyak mengerti terkait dengan persoalan harus menerima konsekuensinya. Jika demikian tentu yang akan dirugikan adalah warga masyarakat blok F itu sendiri.

Jikalau pemekaran dijadikan sebagai cara untuk bagaimana menjawab kegelisahan dan memenuhi kebutuhan seluruh warga – khususnya Blok F, mari kita kawal bersama-sama sehingga dapat berjalan seperti yang kita harapkan. Dan apabila kelak terbentuk 1 RW di blok F, semua RT harus komit menerima hasil dari pemekaran, sepakat mau melupakan sejarah hitam masa lalu (cukup sebagai dasar untuk kemajuan mendatang), patuh akan kebijakan di lingkungan RW Blok F sehingga masing-masing RT tidak bertidak sendiri-sendiri.

Untuk itu mari kita kembali menjalin hubungan yang baik untuk meredakan ketegangan di lingkungan internal blok F, sehingga tidak ada lagi prasangka negatif antar pengurus RT lainnya dan proses pemekaran dapat berlangsung aman dan damai.

Dari sekilas deskripsi diatas, dapat ditarik benang merahnya; Pertama, bahwa pemekaran hanya sebagai modus yang tidak mutlak kebenarannya. Kedua; Kemudahan akses pelayanan, kegiatan sosial, keamanan, persatuan antar RT, terciptanya kehidupan yang tertib dan yang lain-lainnya adalah menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar lagi. Ketiga; untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat luas yang sudah semakin mendesak, perlu adanya kajian yang lebih komprehensif dan obyektif -terhadap pemekaran- dalam pelbagai perspektif. Keempat; pemekaran hanya sebagai kritik yang harus kita beri apresiasi. Karena itu, kritik merupakan hal yang konstruktif dalam dinamika kehidupan.

Dengan demikian, maka demokratisasi yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat luas dapat terwujud. Bukankah hal ini sangat mudah namun sungguh sulit untuk diimplementasikan?

(fs).

One Response

  1. Pemekaran untuk siapa … ?
    saya secara pribadi setuju dengan proses pemekaran yg akan diadakan di wilayah blok F .
    sekedar masukan buat semua yg berkepentingan untuk mekar , ada sebuah pertanyaan buat siapa mekar itu …?
    kalaupun buat kepentingan warga kenapa pihak-pihak yg berkepentingan tidak membahas dahulu efek & dampak dari pemekaran itu sendiri bagi warga blok F .
    dan saya mohon maaf sebelumnya , saya lihat yang dikedepankan dan secara emosional malah membahas mengenai proses perijinan supaya blok F dapat mekar secepatnya .
    dari persoalan tersebut saya pun selalu bertanya buat siapa mekar RW … ( buat warga atau ….? ) terserah pembaca yg menarik sebuah kesimpulan .
    Sekedar masukan buat yg berkepentingan sekaligus pengurus wilayah blok F ada sebuah review dari pertemuan tanggal 21 juni 2008 .
    review tersebut adalah :
    1. Pemekaran harus jangan merugikan warga ( masyarakat ).
    2. Mengapa blok F tidak mempertahankan RW. XVI sebagai hak paten bagi warga blok F.
    3. Mengapa blok F tidak satu suara untuk membawa individu yang berkeinginan jadi RW untuk merebut pusat pemerintahan RW. XVI yg tadinya di blok Y supaya pindah ke Blok F.
    4. mengapa kepentingan warga yg lebih penting seperti soal keamanan tidak di kedepankan malah yg dikedepankan adalah pengambilalihan kekuasaan .
    untuk pembaca yg ada di blok ini , coba anda simpulkan sendiri siapa yg berjuang untuk kepentingan warga dan masyarakat dan siapa yg berjuang untuk golongan & diri sendiri .
    jangan berjuang mengatasnamakan warga tetapi efek dari perjuangan tersebut menjadi beban warga ( kalau sayang warga mari pikirkan efek2nya yg ditanggung warga )
    warga udah banyak beban untuk :
    1. Angsur tagihan rumah
    2. Biaya masuk untuk anak sekolah
    3. Himpitan ekonomi akibat kenaikan BBM serta 9 bahan pokok lainnya .
    4. Belum kenaikan lainnya yg akan dilakukan oleh pemerintah pusat misalnya . PLN, Elpiji dan lainnya
    Mari Kita CARI PEMIMPIN yang TAHU MASALAH MASYARAKAT bukan malah MASYARAKAT yang harus memikirkan pemimpin .
    Mari kita CARI PEMIMPIN YG SAYANG MASYARAKAT dan mampu menghidupkan roda ekonomi warga & masyarakat bukan pemimpin yg malah memberikan kebijakan yg MEMBEBANKAN WARGA & MASYARAKAT
    Saya kira cukup dulu tulisan saya ini , jika ada kata yg salah mohon maaf
    Supriadi
    F15/35
    VMG2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: