Filed under: Artikel (New) | Leave a Comment »
Kembang Bokor, Kembang Cantik
Hasil Quick Count PilPres 2009
Filed under: Berita (New) | Leave a Comment »
Bekasi Cari Lahan Pemakaman Baru
Kota Bekasi membutuhkan lahan untuk dijadikan kawasan pemakaman sebagai antisipasi makin minimnya lahan makam di tempat pemakaman umum (TPU) Perwira kecamatan Bekasi Utara yang diperkirakan pada 2010 sudah penuh. “Makam yang ada sekarang peninggalan dari kabupaten Bekasi. Sejak menjadi kota sendiri, Bekasi belum pernah menambah makam untuk warga setempat yang meninggal,” kata kepala dinas Pertamanan, pemakaman dan penerangan jalan umum (PPPJU) kota Bekasi, Nandi Surjakandi, di Bekasi, Senin (6/7). Lahan makam yang ada sekarang seluas enam hektare untuk blok Muslim hampir penuh. Untuk nonmuslim kondisinya juga hampir sama. Setiap hari jumlah yang dikuburkan mencapai 4-8 orang. Warga kota Bekasi biasanya menggunakan makam Perwira sebagai tempat peristirahatan terakhir dan hanya sedikit warga yang menguburkan di makam keluarga dengan menyediakan sendiri lahannya. Dalam mencari alternatif makam baru, pihaknya telah mendapat lokasi yang dinilai cukup memadai di daerah Pedurenan, kecamatan Mustika Jaya, dan di Jatisari dengan kontur tanah yang memiliki banyak lembah. “Lokasi yang pas ada di Pedurenan. Kami sudah menganggarkan dana sebesar Rp4 Miliar melalui APBD kota untuk pematangan lahan tetapi ditolak dewan dengan dalih belum terlalu penting,” ujarnya. Ia memperkirakan bila 2010 dana tersebut tidak juga disetujui, maka kemungkinan makam yang ada dan tidak jelas identitas mayat atau keluarganya akan ditumpuk dengan makam baru. “Ada beberapa makam yang tidak dikenal seperti korban kecelakaan lalu lintas, pelaku kejahatan, korban pembunuhan dan temuan mayat tanpa identitas yang dimakamkan di TPU Perwira,” tegasnya. (Ant/OL-04)
Sumber: www.mediaindonesia.com
Filed under: Berita (New) | Leave a Comment »
Selamat Memilih Pemimpin Bangsa
Filed under: Berita (New), RW016, RW018 | Leave a Comment »
Pelabuhan Internasional Bekasi Segera Direalisasikan
Realiasi pelabuhan Internasional di Kabupaten Bekasi tinggal menunggu waktu. Sedikitnya 500 hektare lahan telah dibebaskan.
Pelabuhan internasional tersebut berada di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi atau tepatnya di tiga desa, Segara Jaya, Buni Bakti dan Samudera Jaya.
Kepada Media Indonesia
, Jumat (3/7), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, MP Jamary Tarigan mengatakan Pelabuhan Internasional Terminal Bekasi ini merupakan bagian dari konsep teluk Jakarta yang berada di bawah naungan Badan Otorita Teluk Jakarta (BOTJ).
Selain pelabuhan Bekasi, BOTJ juga membawahi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara dan Pelabuhan Teluk Naga di Tangerang.
“Nantinya kapal-kapal besar akan berlabuh di Terminal Bekasi,” katanya.
Proyek pelabuhan yang diwacanakan sejak 1993 ini pada 2009 telah menemui titik terang di mana seluruh lahan pelabuhan telah steril dari hunian warga dan wilayah tambak ikan/udang sementara akses jalan juga dalam tahap pembebasan.
Bersama PT Mega Agung Nusantara (MAN), pemerintah setempat bahu-membahu menyelesaikan syarat dan perizinan pendirian pelabuhan. Dengan anggaran sebesar Rp6 triliun, seluruh lahan telah dibeli. “Anggaran sebesar itu murni milik pihak ketiga yakni PT MAN,” jelasnya.
Dari lahan seluas 500 hektar, lanjutnya, sebanyak 50 hektar oleh developer diserahkan kepada Pemkab Bekasi untuk diolah menjadi gudang atau penampungan barang singgah dan lain sebagainya.
Pelabuhan Bekasi memiliki kedalaman hingga 21 meter sehingga layak untuk menjadi sandaran kapal-kapal besar sebab Pelabuhan Tanjung Priok tidak bisa digunakan karena tingkat kedalamannya hanya 14 hingga 18 meter.
Realiasi pelabuhan telah mendapat izin dari Menteri Perhubungan sehingga tinggal menunggu waktu pelaksanaan.
Jamary menambahkan untuk memuluskan jalur transportasi menuju pelabuhan, Pemkab Bekasi kini berupaya membebaskan lahan yang diberi nama Jalur Lintas Utara.
Jalur Lintas Utara meliputi Jalan Marunda di Jakarta Utara-Tarumajaya-Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL)-Sukatani-Cabangbungin-Karawang sepanjang 29 kilometer. “Tahap awal pemerintah sudah membebaskan lima kilometer jalan,” jelasnya.
Lebar badan jalan menuju pelabuhan yakni 34 meter yang masing-masing memiliki tiga lajur dari dua jalur akses tersebut. (GG/Ol-7)
Sumber: www.mediaindonesia.com
Filed under: Berita (New) | Leave a Comment »











Sumber: Detik.com














